NASIONAL
SUARA MERDEKA
July 26, 2021

Masih Minim Sosialisasi, Warga Depok Mengaku Belum Tahu Ada Plafond KUR Tanpa Jaminan Hingga 100 Juta

KOTA DEPOK, JAWA BARAT – Pemerintah telah memutuskan tambahan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2021 yang awalnya sebesar Rp.253 triliun menjadi Rp.285 triliun. Kebijakan Pemerintah tersebut diputuskan dalam Rapat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Senin (3/5/2021) menindaklanjuti intruksi Presiden pada rapat sidang terbatas mengenai peningkatan porsi perbankan untuk Usaha Mikro dan Kecil pada 5 April 2021 lalu.

Dengan plafon KUR yang bertambah tersebut, secara otomatis kuota KUR lembaga penyalur juga meningkat. Salah satunya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang mendapat Kuota KUR hingga Rp.170 triliun.

Disaat yang sama, Pemerintah juga memutuskan untuk menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan menjadi Rp100 juta dan memperpanjang tambahan subsidi bunga KUR menjadi 3 persen hingga Desember 2021.

Keputusan Pemerintah yang Pro Rakyat tersebut, tentunya menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM yang selama ini menjadi penyokong terbesar ekonomi nasional.

Sayangnya, salah satu program unggulan Pemerintah tersebut dinilai masih minim sosialisasi sehingga masih banyak warga masyarakat yang belum mengetahuinya. Seperti yang disampaikan Adi, seorang pedagang buah diwilayah Kelurahan Jatijajar Kota Depok yang mengaku belum mengetahui program tersebut.

“Wah… saya taunya ada pinjaman KUR tapi banyak persyaratan dan pakai jaminan bang, kalau yang tanpa jaminan itu saya belum tahu,” ujarnya saat diwawancarai awak media ini (7/6/2021).

Lebih lanjut, Adi juga mengaku sudah sempat mengajukan KUR di BRI Simpangan Depok akhir bulan April lalu, namun dirinya tetap dimintakan jaminan surat tanah.

“Udah bang… cuma kemarin pengajuan yang 100 gak dikasih bang … soalnya wajib jaminan surat tanah menurut marketingnya,” ungkapnya.

“Mestinya program ini juga disosialisasikan melalui kelurahan, jadi kami sebagai warga bisa paham,” harapnya.

Dewi, pelaku usaha katering dikawasan Beji juga mengatakan hal yang sama, dirinya hanya mengetahui kalau KUR itu tetap pakai jaminan dan belum mengetahui kalau ada pinjaman tanpa jaminan hingga 100 juta.

Saat awak media ini ingin mengkonfirmasi terkait penyaluran KUR di BRI Cabang Utama Kota Depok, disampaikan oleh Supervisor dan petugas security jika Pimpinan Cabang dan yang berkompeten untuk diwawancara sedang tidak ditempat.

“Iya, bapak pimpinan sedang tidak ditempat, mungkin bisa buat janji atau kirim surat pemberitahuan dulu agar dijadwalkan,” jelasnya.

Sebagai informasi, BRI yang fokus pada segmen UMKM mendapat kuota KUR Rp.170 triliun pada 2021. Jumlah tersebut meningkat dari kuota yang diberikan tahun lalu sebesar Rp.140 triliun. Adapun, penyaluran KUR mikro dan super mikro sampai dengan akhir Desember 2020 tercatat mencapai Rp.125,62 triliun.

Dikutip dari laman resmi BRI, Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI terdiri dari 3 jenis yaitu KUR Mikro, Retail KUR, dan KUR TKI.

Sudrajat











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *