June 25, 2022

Tenggelamnya Nanggala Jadi Momentum Evaluasi Alutsista TNI

JAKARTA– Peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala-402 beserta 53 prajurit terbaik TNI Angkatan Laut, di perairan utara Bali pada 21 April 2021, menjadi kehilanganan bangsa Indonesia.

Demikian dikatakan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Jl. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/5/2021).

Panglima TNI, mengatakan insiden itu juga menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua, bahwa tugas sebagai seorang prajurit TNI mengandung risiko yang sangat tinggi.

“Disamping untuk menghadapi musuh, juga harus menghadapi kondisi alam yang bukan menjadi ruang hidupnya, sebagaimana yang dialami oleh para awak kapal selam,” ucap Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi tentang kondisi alutsista TNI, khususnya kapal selam yang dimiliki TNI Angkatan Laut, dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk melanjutkan modernisasi kapal selam.

“Rapat kerja ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi TNI untuk memberikan penjelasan kepada para wakil rakyat yang terhormat terkait tenggelamnya KRI Nanggala, kondisi alutsista TNI AL dan rencana modernisasi kedepan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Panglima TNI, mengatakan bahwa TNI tidak hanya kehilangan alutsista strategis, tetapi juga kehilangan 53 prajurit terbaik yang telah gugur dan selamanya tidak akan pernah kembali kepada keluarga mereka untuk melanjutkan tugas menjaga perairan nusantara.

Panglima TNI, mengatakan bahwa pemerintah telah memberikan penghargaan atas pengabdian para prajurit tersebut dengan memberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi serta tanda jasa bintang Jalasena.

“Pemerintah juga memberikan beasiswa kepada seluruh putra dan putri para prajurit tersebut sampai setingkat S-1. Seluruh hak ahli waris juga telah diberikan,” katanya. 

Rapat Kerja antara Komisi I DPR RI, bersama Panglima TNI dan  Kasal Laksamana TNI Yudo Margono., S.E. M.M., tersebut dipimpin oleh ketua Komisi I DPR RI  Meutya Hafid. Rapat yang dilakukan secara tatap muka dan virtual tersebut diawali dengan doa bersama untuk para pahlawan ABK KRI Nanggala 402 dan Mayjen TNI Anumerta I Gusti Putu Danny yang gugur saat melaksanakan tugas  di perairan utara Bali dan Papua.

Diketahui bersama KRI Nanggala 402 hilang kontak dan dinyatakan tenggelam saat melaksanakan latihan di perairan utara Bali pada 21 April 2021.

Saat itu dijadwalkan KRI Nanggala akan melaksanakan penembakan torpedo. Latihan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kesiapan operasional prajurit dan satuan.

PEWARTA : M. Rain Daling, S.Hum / NSM











Leave a Reply

Your email address will not be published.