NASIONAL
SUARA MERDEKA
January 23, 2022

Tolak Tambang Emas Sangihe ! Koalisi Masyarakat Save Sangihe Galang Petisi

Jakarta – Kurang lebih ada sekitar 12.235 orang yang menandatangani petisi untuk menuntut penolakan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara oleh PT TMS.

Mereka semua meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencabut izin perusahaan dan membatalkan izin lingkungan di lokasi tersebut.

PT TMS diduga sudah mengantongi IUP dari Kementerian ESDM seluas 42.000 hektar di Pulau yang hanya memiliki luas 736 KM persegi.

“Kami mendesak Bapak Presiden Joko Widodo agar segera memerintahkan Menteri ESDM untuk mencabut Izin Usaha Pertambangan, dan membatalkan izin lingkungan oleh Dinas PTSP Provinsi Sulawesi Utara, serta membiarkan pulau kami tetap seperti saat ini.” Isi petisi tersebut, dikutip dari situs Change.org

“Itu artinya, kegiatan pertambangan sudah lebih dari setengah luas pulau kami, bagaimana bisa dengan mudahnya mereka menetapkan pulau kecil kami untuk kegiatan pertambangan.” Lanjut petisi itu.

Koalisi Masyarakat yang menamakan diri Save Sangihe Island (SSI) mengatakan bahwa mayoritas warga di Pulau Sangihe adalah nelayan, maupun berkebun. Jika nantinya aktivitas pertambangan mulai beroperasi, mereka khawatir dengan kegiatan penghidupan warga yang pastinya bakal terganggu. Tidak hanya itu, lingkungan pulau pun akan rusak karena dampak dari pertambangan.

Mereka juga khawatir dengan perairan yang tercemar karena limbah beracun yang dihasilkan oleh aktivitas tambang. Sementara hutan, laut dan isinya merupakan penopang hidup bagi masyarakat di sana.

Theo selaku direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Utara menduga, pemanfaatan Pulau Sangihe untuk aktivitas tambang sudah diwacanakan Pemerintah sejak 1980-an melalui Kontrak Karya jilid 2. Menurutnya itu merupakan keputusan yang salah. Berdasarkan pengalaman, aktivitas pertambangan sangat memiliki efek yang buruk bagi lingkungan dan ekosistem sekitar daerah pertambangan. Dia khawatir pulau tersebut akan tenggelam digerogoti aktivitas tambang.

“Tenggelam dalam hal ini pasti hancur ekosistem disana. Itu pasti. Izinnya kan lebih dari setengah pulau. Bayangkan saja. Dan kita semua tahu, seperti apa efek dari aktivitas tambang tersebut.” Ungkap Theo.

Oleh Trisna Bayu Windya











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *