NASIONAL
SUARA MERDEKA
August 5, 2021

Berkah Ramadhan Tahun Ini, Bikin Jukir Pasar Tanah Abang Tersenyum Lebar

JAKARTA – Kehadiran bulan Ramadhan memberi efek pertumbuhan ekonomi, tidak hanya bagi pedagang dan pengelola pasar Tanah Abang, namun juga para juru parkir (jukir) disekitaran pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara.

Seperti yang terlihat di Gang Tike, Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, puluhan sepeda motor memadati parkiran alternatif yang jaraknya tidak jauh dari Blok F Pasar Tanah Abang.

Salah seorang jukir, Otong (45) mengakui, bulan Ramadhan tahun ini banyak pengunjung yang parkir di jalan ini, karena akses yang mudah dan tidak ingin terjebak kemacetan di depan pintu masuk pasar.

“Alhamdulillah, bulan Ramadhan tahun ini lapak parkir terisi penuh dibanding tahun lalu. Biasanya, yang parkir disini adalah pengunjung yang gak ingin ribet, pas akan keluar parkiran karena kejebak macet atau harus kehilangan tiket parkir,” terangnya pada suara-merdeka.com, Senin (9/5/2021).

Menurutnya, selama bulan Ramadhan setiap hari ada sekitar puluhan hingga menembus 100 motor yang parkir, sejak pagi hingga sore hari dengan durasi beragam.

“Akhir pekan selama dua minggu terakhir, terjadi lonjakan pengunjung yang membuat saya meraup keuntungan dua kali lipat dari pada biasanya,” bebernya.

Meski ada kenaikan tarif parkir selama bulan Ramadhan ini, namun dirinya belum pernah menerima komplain dari pengunjung.

“Dengan tarif Rp7.000, meski lebih mahal dari biasanya, namun pengunjung bisa parkir dari pagi hingga sore hari. Sejauh ini, belum pernah menerima komplain sih,” kata pria yang telah belasan tahun menjadi jukir.

Tidak hanya jukir, momen Ramadhan tahun ini juga menjadi kebahagiaan bagi para driver ojeg online yang biasa menerima dan mengantar penumpang ke Pasar Tanah Abang, apalagi sejak KRL tidal berhenti di stasiun Tanah Abang.

Hasbi (30), warga Cipulir, Kota Tangerang, mengakui, jika selama dua pekan ini terjadi lonjakan orderan yang akan naik dan turun di Pasar Tanah Abang.

“Rata-rata pelanggan sih biasanya, ibu-ibu beserta keluarganya yang akan berbelanja di Pasar Tanah Abang. Apalagi sejak KRL tidak berhenti di stasiun Tanah Abang, banyak orderan yang masuk,” katanya.

Meski lelah, Hasbi mengaku kendala yang sering dihadapinya adalah kemacetan dan ramainya kendaraan yang lalu lalang melewati Pasar Tanah Abang.

“Jika sebanding dengan pendapatan yang diterima, sepertinya macet selama apa pun asal orderan penuh, saya tetap bersyukur,” tandasnya. (rez)

caption: Salah satu lokasi parkir yang berada di sekitaran Pasar Tanah Abang, yang ikut merasakan kenaikan pendapatan di bulan Ramadhan tahun ini. foto: Reza Aulia











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *