NASIONAL
SUARA MERDEKA
July 26, 2021

Kisah Rozakon Bos Batik khas Pekalongan, Dari PKL sampai Punya Kios

JAKARTA– Menjadi pengusaha bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Dibutuhkan karakter dan mental yang kuat agar usaha yang dibangun dapat bertahan.

Seperti kisah pengusaha Batik khas Pekalongan, Rozakon. Pria kelahiran Batang, 17 Desember 1962 tersebut, menceritakan awal mula menjadi pengusaha batik.

Rozakon merupakan keturunan pembatik. Sebelum mendirikan usaha batik, ia sudah menekuni bisnis sewa alat pesta dan rias pengantin sejak 1990 hingga saat ini.

Lalu, Rozakon memulai usaha batik yang diberi nama Batik Putri Rizki pada 2000. Berawal dari pedagang kaki lima (PKL), ia akhirnya mampu membuka kios di Pasar Grosir Batik Setono, Pekalongan, Jawa Tengah.

Pria lulusan SMA itu memproduksi motif Batik Kawung dan motif Batik Parang. Proses pembuatan kedua motif tersebut menggunakan teknik printing dan cap.

“Dari awal tahun 2000, kami jalani dengan sabar, walaupun kadang sepi, kadang ramai, kami syukuri dan pantang menyerah sampai akhirnya bisa sukses sampai detik ini,” ujar Rozakon saat dihubungi, Senin (10/5).

Meski demikian, batiknya memang belum diekspor ke luar negeri. Namun, ada pembeli mancanegara dari Malaysia, India, dan Singapura yang sudah membeli batiknya.

“Kalau diekspor kami belum, tetapi pembeli ada yang dari Malaysia, India, dan Singapura,” tambah pria yang juga menjabat Ketua Ikatan Pedagang Pasar Grosir Batik Setono.

Rozakon juga menceritakan, walau omset tak memenuhi target, ia tetap bersyukur bisa bertahan hingga saat ini di tengah pandemi Covid-19.

Untuk mengakali penjualan yang turun hingga 50 persen, Rozakon pun mulai mengandalkan penjualan melalui media sosial, seperti WhatsApp, Telegram, dan Instagram.

Ramadhan L Q











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *