NASIONAL
SUARA MERDEKA
August 5, 2021

Usaha! Untung, Bangkrut, Bangun Lagi

Senin 10 Mei 2021 10.14 WIB
Pewarta : Andri Al Victor

Tokoh -Usaha yang sukses adalah bentuk nyata dari kreatifitas, disiplin, kejujuran, kerja cerdas dan kerja keras yang terus menerus dilakoni. Banyak pengusaha yang sukses dan usahanya tetap bertahan, meraup keuntungan karena hasil dari kegagalan demi kegagalan yang dilalui. Gonta-ganti usaha adalah hal yang biasa. Hal yang sama juga berlaku bagi banyak pengusaha kecil sampai besar di pasar Tanah Abang.

Geliat pengusaha di pasar Tanah Abang memang memiliki dampak yang besar terhadap roda perekonomian dan sosial warga. Maklum, pasar Tanah Abang merupakan pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara dengan sejarah yang panjang.

Menjadi pengusaha tidak mengenal jenjang atau status pendidikan, ada yang berlatar belakang Sekolah Dasar sampai universitas bahkan ada yang tak pernah mengenyam sekolah. Ada juga dari mereka yang mengundurkan diri sebagai pekerja kantoran dan memilih membuka usaha di pasar Tanah Abang. Sudah banyak pengusaha sukses di Pasar Tanah Abang yang punya nama besar di antara pengusaha yang lainnya. Misalnya, bagi banyak pengusaha di pasar Tanah Abang, nama H. Nuzli Arismal atau yang lebih dikenal sebagai H. Alay atau Dokter Mal; yang namanya wara wiri di mesin pencarian google; pendiri Komunitas Tangan Di atas dan distributor produk garment terkenal seperti Lois, Lea, Cardinal dan masih banyak lagi; begitu sangat familiar. Beliau adalah sosok pengusaha dari era 70-an yang terkenal di pasar Tanah Abang dengan berbagai macam lini bisnis sampai saat ini. Ada juga Edi S. Kurniawan, mantan buruh pabrik, alumni STHI jurusan Hukum; pemilik toko Alifia, toko grosir pakaian anak dan perlengkapan bayi di Thamrin City, Kebonkacang, Tanah Abang dengan omzet lebih dari seratus juta perbulannya; dengan segala ketekunan dan kreatifitasnya mampu membawa usahanya sukses hingga kini. Sebagai pengusaha, mereka juga mengalami pasang surut dalam membesarkan usahanya masing-masing.

Terlepas dari geliatnya pengusaha tekstil di Pasar Tanah Abang, peluang bisnis kuliner terbuka lebar. Fakta bahwa semua orang butuh makan dan minum adalah absolut. Bagi pengusaha kuliner, tempat yang strategis kesempatan besar untuk meraup untung. Namun tentu, kondisi demikian tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak juga yang merugi walau diberkahi tempat yang apik. Berikut manajemen sumber daya, keuangan, keuletan, disipilin, kerja cerdas dan kerja keras adalah beberapa faktor penentu keberhasilan sebuah usaha. Hal ini diamini oleh Bunda Nia, biasa dipanggil Mak Poci oleh beberapa masyarakat sekitar yang mengenalnya, salah satu dari sekian banyak pengusaha kuliner di pasar Tanah Abang. Seorang perantau yang datang dari Pekanbaru ke Ibukota sejak 2007. Berbagai usaha sudah Ia jalani dari menjual minuman dengan merk terkenal, mie ayam dan sekarang makanan rumahan dan juga katering. Ia juga pernah memperkerjakan puluhan karyawan dan sekarang tak ada satupun yang bertahan. Dari keuntungan, kerugian sampai kebangkrutan hingga ratusan juta pernah Ia hadapi semenjak pertama kali berjualan di sekitar Thamrin City, begitu penuturannya disela-sela melayani pembeli. “Bersabar, berdoa, istiqfar saja. Allah itu maha segala-galanya,” tutupnya.

Beliau memang bukan tokoh yang namanya menghiasi banyak media. Beliau juga bukan tokoh yang selalu disebut-sebut dalam seminar-seminar pengusaha sukses. Beliau juga tidak memiliki jabatan di organisasi sejenisnya. Tapi beliau bekerja, disiplin, ulet, mendapatkan keuntungan dan juga pernah merugi layaknya tokoh-tokoh pengusaha yang namanya lalu lalang di media massa. Tidak ada yang membedakannya selain status sosial di negeri ini. Kerja keras, kerja cerdas, ulet, kreatif, kejujuran, dan disiplin itu nilainya sama saja seperti para tokoh pengusaha di negeri ini. Sukses itu butuh kerja keras yang sama dan disiplin yang serupa serta kejujuran. Keberadaan tokoh-tokoh pengusaha yang berseliweran di media massa adalah sebuah penegasan pada sebuah kondisi bahwa keberhasilan dan kegagalan dalam usaha itu bisa dialami oleh semua kalangan.











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *