SUARA
MERDEKA
June 18, 2021

Azmir Azhari Maestro Seni Patung Indonesia Yang Mematung Sejarah

JAKARTA– Jika anda mengetahui patung Panglima Besar Jendral Sudirman yang dibangun 2004 silam, dengan tinggi 7,5 meter, yang terletak di perempatan Terminal Bus Purbalingga, itu adalah salah satu buah tangan seorang maestro patung realis Indonesia, Azmir Azhari.
Sudah lebih dari 50 patung telah Azmir buat, bahkan karya patung pria kelahiran Sumatra Barat ini sudah terjual di sejumlah negara, seperti di China dan Jepang.
Ketika di konfirmasikan pada Selasa (11/05/2021) Azmir mengatakan bahwa beberapa patung yang dibuatnya antara lain patung Burung Garuda dan Salak Condet (maskot provinsi DKI Jakarta), patung Pesut di Kota Samarinda Kalimantan Timur, patung Bu R.A Kardinah (saudari ibu R.A Kartini) di RSUD Kardina kota Tegal, patung Kapten Pierre Tendean yang kini disimpan di Musium Satria Mandala, dan masih banyak lagi. Azmir juga ikut serta dalam pembangunan gerbang Baluwarti Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bersama para seniman senior ASRI Yogyakarta.
Di studio kecilnya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat juga nampak deretan patung tokoh-tokoh hasil karyanya. Sebut saja patung Prof. Dr. H. Tabrani Rab, patung Lis Shao Bo, hingga patung Jenderal Sudirman dan Taufik Kemas.
Azmir Azhari mengawali kariernya sejak masa orde baru hingga saat ini.
Pria kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat pada 1 Januari 1953 tersebut mulanya bermimpi menjadi seorang seniman selepas tamat SMA. Kemudian Ia memutuskan untuk meneruskan kuliah di ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia), yang kini dikenal dengan nama ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta. Pada tahun 1973, Azmir memilih jurusan seni lukis.
Namun, keinginan menjadi pelukis goyah hanya berselang satu tahun. Ia berputar haluan untuk menekuni seni patung pada tahun 1974.
Azmir mengatakan bahwa keinginanya untuk menjadi pematung terpengaruh oleh sosok Edhi Soenarso. Edhi adalah seorang pematung maestro Indonesia. Azmir menekuni seni patung realis. Ia mendapatkan referensi ilmu dari Edhi Soenarso dan pematung asal Prancis, Auguste Rodin.
Dalam obrolanya dengan jurnalis Nasional Media Indonesia, Selasa (11/05/2021) Azmir juga membagikan ilmunya tentang bagaimana cara memaknai sebuah karya seni. Beliau berujar “Patung bukan sekadar nilai seni, akan tetapi juga mengandung nilai sejarah bagi negara. Sebab, seni patung yang saya dalami adalah sebuah catatan sejarah dari para pahlawan yang dapat direkam rupanya, bentuknya, wajahnya, sikapnya, geraknya, proporsi tubuhnya menjadi satu bentuk tiga dimensi yang diabadikan. Sehingga, orang yang melihat merasa memiliki tokoh pahlawan yang memang harus dibanggakan.Selain itu memang sani patung monumen yang dikerjakan dengan baik bisa menjadi media pendidikan seni budaya dan sejarah bangsa.

Pewarta: Dimas Tri Pamungkas
Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi Azmir Azhari





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *