NASIONAL
SUARA MERDEKA
August 4, 2021

BRI Sebagai Penyalur Terbesar KUR di Indonesia, Sudah Sesuaikah Skema Penyaluran KUR Tersebut? Ini Jawaban dari BRI KC Cikampek

JAKARTA– Pada Tahun 2020 lalu, Kementerian Koperasi dan UKM mengubah kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kebijakan KUR terbaru ini guna mempercepat pengembangan UMKM sekaligus mendukung RUU Cipta Lapangan Kerja. Salah satu perubahan kebijakan tersebut terletak pada tingkat suku bunga KUR dari 7% menjadi 6%. Perubahan ini dinilai akan membantu UMKM mendapatkan akses pembiayaan formal dengan suku bunga yang rendah.

Menurut data pemerintah, penyalur KUR terbesar di Indonesia adalah PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI). Sebagai salah satu BUMN dengan jumlah aset terbesar kedua di Indonesia, BRI dikenal sebagai bank pro rakyat. Banyaknya kantor yang tersebar hingga ke pelosok menjadikan BRI semakin didepan. Salah satunya adalah BRI Kantor Cabang Cikampek.

BRI KC Cikampek melayani dua jenis KUR, yakni Retail dan Mikro. Untuk KUR Mikro, BRI KC Cikampek terbagi menjadi 21 unit kerja yang tersebar di cakupan wilayah Cikampek.

“Jadi disini ada 21 kantor unit yang bertugas menyalurkan KUR. Seperti contoh, ada Unit Stasiun, Unit Juanda, sampai ke daerah yang memang masih ada di ruang lingkup kami,” jelas Putu Dian Damayani, Manajer Pemasaran Mikro yang ditemui di kantornya. Beliau pun menjelaskan bahwasannya batasan dari KUR Mikro ada di angka 50jt.

“Untuk jumlah total keseluruhan debitur di KC Cikampek, posisi terakhir di Bulan April 2021 sebanyak 1.756 debitur. KUR tertinggi di kami ada di Unit Cilamaya Cikampek dengan total plafon sekitar 20M dan jumlah debitur sebanyak 884,” pungkas Putu Dian Damayani yang ditemui di Kantor BRI KC Cikampek (Cikampek, 7/5/2021).
Para debitur yang terdaftar berasal dari para pengusaha mikro yang layak dibiayai oleh plafon dari BRI KC Cikampek.

“Biasanya, layak atau tidaknya untuk menjadi debitur, kami melihat dari angka penjualannya,” pungkas Putu Dian Damayani ketika menjelaskan salah satu syarat menjadi debitur dari KUR Mikro ini.

Manajer Pemasaran Mikro tersebut mengatakan bahwasannya BRI dapat dipercaya oleh pemerintah sebagai penyalur terbesar karena prestasinya di dunia perekonomian. Selain itu, BRI mampu menyentuh daerah-daerah pelosok. Hal ini sangat memudahkan rakyat mengakses aktivitas kegiatan perekonomian.

“Prosesnya seperti biasa. Yang pertama, jika nasabah punya usaha dan kekurangan modal, mereka bisa datang ke kami untuk mengajukan. Ini proses langsung. Kalau yang kedua, kami melalui pemasaran. Ini menjemput bola ya namanya,” lanjut Putu Dian Damayani. Skema Penyaluran KUR ini sudah sangat tepat dan sesuai dengan ketentuan program yang dicanangkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

“Sudah sesuai peraturan. Kami secara berkala melaporkan secara periode yang didatangi oleh tim dari pemerintah. Bahkan kami sangat berhati-hati dan memberikan kinerja terbaik dalam memberi laporan tersebut,” tegasnya lagi.

Menurut data pemerintah, sektor UMKM terbukti mampu bertahan ketika krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997-1998. Jadi, perubahan kebijakan dari program kementerian koperasi ini sangat membantu masyarakat dalam menghadapi era perekonomian global.

Prastika Dwi Kusumah, S.Ak. – NSM











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *