June 26, 2022

Kisah Para Perantau akibat Pelarangan Mudik 2021

Jakarta – Mudik mungkin sudah menjadi budaya masyarakat tanah air untuk merayakan hari raya di kampung halaman. Namun tahun ini terasa berbeda usai kebijakan peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 13 tahun 2021 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 Hijriah guna pencegahan penyebaran Covid19.

Kendati demikian, tidak sedikit para perantau yang masih bertahan di Jakarta karena beberapa faktor. Diantaranya bertahan karena aturan pemerintah maupun faktor ekonomi akibat pandemi.

Salah satunya, Hendri (38) penjahit di pasar Tebet Barat asal Bukittinggi, Sumatra Barat lebih memilih bertahan di Jakarta ketimbang memaksakan mudik ke kampung halaman.

Ia tidak bisa mudik lantaran kondisi ekonomi pasar imbas pandemi covid19. Menurutnya pengahasilanya saat ini hanya untuk kebutuhanan sehari-hari dan membayar sewa kios pasar.

“Semenjak corona datang pasar jadi sepi, penghasilan yang tadinya lumayan jadi pas-pasan” ucap Hendry saat ditemui di Pasar Tebet Barat.

Sementara itu, pedagang kopi keliling Kosim (40) hendak melakukan mudik ke Madura pada tanggal 7 lalu, namun penjagaan ketat aparat kepolisian dikawasan Karawang membuat ia pasrah harus memutar balik kendaraanya.

Disatu sisi, Pria yang kerap mangkal di gedung KPK itu berniat menyusul istri dan anaknya yang telah dahulu mudik. Ia juga telah mengetahui aturan pemerintah untuk larangan mudik tahun ini. Namun ia terpaksa lantaran tahun kemarin tidak bisa mudik dengan keluarga dikampung.

“Tanggal 7 kemarin udah nyoba mudik bareng temen-temen, tapi galolos dikarawang karna banyak polisi jaga” ujar Kosim dikawasan menteng, Jakarta Pusat.

Padahal, ia berharap bisa mudik tahun ini untuk bertemu keluarga dan orangtuanya. Ia juga berniat akan mudik ke Madura usai larangan mudik selesai.

Untuk diketahui, pemerintah melarang masyarakat untuk mudik lebaran 1442 Hijriah dimulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2020. (Andri Alqodri)











Leave a Reply

Your email address will not be published.