NASIONAL
SUARA MERDEKA
July 27, 2021

Menindak Lanjuti Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes Jombang, Aktivis Perempuan Diintimidasi

SURABAYA-Seorang perempuan berinisial TAM (23), mengalami tindak dugaan penganiayaan oleh sekelompok orang. TAM merupakan aktivis yang mengadvokasi kasus pelecehan seksual yang terjadi di salah satu pesantren di Jombang, Jawa Timur.

Penganiayaan ini pun diduga berkaitan dengan kasus pelecehan yang terjadi di pondok pesantren dengan tersangka seorang pengasuh pondok berinisial MSAT.

Nasional Suara Merdeka mencoba mengkonfirmasikan kasus ini ke Ana Abdillah Direktur Women Crisis Center (WCC) pada Rabu (12/05/2021), Ana adalah seorang yang mendampingi korban dalam pengajuan proses hukum, ia mengatakan bahwa peristiwa penganiayaan itu benar terjadi kepada TAM saat tengah mengikuti pengajian di salah satu rumah warga, di Ploso, Jombang, Minggu (9/5/2021) kemarin.

“Kejadiannya hari Minggu kemarin. Segerombolan orang telah melakukan penganiayaan terhadap perempuan pembela HAM di Jombang dan mengintimidasi keluarga korban,” ujar Ana, Rabu (12/5/2021).

Saat itu, menurut keterangan Ana, korban yang tengah mengikuti pengajian, tiba-tiba didatangi sekitar 6 pria. Mereka kemudian merampas ponsel korban, membenturkan kepala korban dan melakukan pengancaman.

“Tanpa banyak bicara, gerombolan terduga pelaku merampas paksa handphone korban, membenturkan kepala korban ke tembok serta mengancam korban tidak akan selamat,” ucapnya.

Bukan cuma itu, sambung Ana, rumah korban didatangi gerombolan lain pada Minggu malam. Hal itu membuat keluarga korban merasa terintimidasi. Beruntung, warga sekitar turut bersolidaritas untuk mengusir gerombolan pria tersebut.

“Hingga kejadian ini dilaporkan, belum diketahui persis apa motif penganiayaan yang ditujukan kepada korban dan intimidasi kepada keluarganya,” katanya.

Ana mengatakan, dugaan sementara, penganiayaan dan intimidasi ini berkaitan dengan kasus kekerasan seksual yang menyeret nama pengasuh pondok pesantren di Jombang, MSAT.

Pasalnya sebelum peristiwa penganiayaan, TAM sempat mengunggah status di media sosial tentang kelanjutan penanganan kasus tersebut.

Kasus kekerasan seksual itu sendiri, saat ini ditangani oleh Polda Jatim. Kasus dilaporkan sejak 29 Oktober 2019 lalu dengan laporan polisi Nomor Laporan Polisi Nomor : LP/329/X/RES.1.24./2019/JATIM/RES JOMBANG.

Korban pun mengaku mengenali para pelaku yang melakukan penganiayaan terhadapnya. Mereka dikenali sebagai para penjaga pondok pesantren yang diasuh MSAT.

“Setahu korban, para pelaku ini adalah orang-orang yang menjaga pesantren,” ungkapnya.

Atas kejadian ini, korban pun melaporkan penganiayaan tersebut ke polisi dengan nomor laporan polisi LP-B/15/V/RES.1.6/2021/RESKRIM/JOMBANG/SPKT/Polsek Ploso.

Ana juga menginformasikan kepada Nasional Suara Merdeka pada Rabu (12/05/2021) bahwa laporan kasus penganiayaan tersebut sudah masuk Polres Jombang dan perkembanganya sekarang sudah sampai dalam tahap pemeriksaan saksi.

Pewarta: Dimas Tri Pamungkas











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *