June 26, 2022

Pemerintah Menghimbau Kepada Masyarakat Agar Tetap Mematuhi Prokes Saat Hari Raya Idul Fitri

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Tim Pakar dan Juru Bicara baru saja mengumumkan aturan saat kegiatan perayaan Idul fitri. Hal ini tak lain untuk menekan angka kasus positif covid19 serta mengantisipasi masyarakat untuk melakukan mudik dimasa saat ini.

Pemerintah juga menegaskan akan menutup tempat wisata yang berlokasi di zona merah dan zona oranye. Sedangkan, zona kuning dan hijau masih bisa beroperasi dengan catatan kapasitas pengunjung hanya lima puluh persen.

“Saya meminta kepada pengelola lokasi pariwisata di zona kuning dan hijau, untuk berkordinasi dengan satgas didaerah untuk memastikan protokol kesehatan oleh pengunjung” kata Prof. Wiku Adisasmito saat siaran langsung di Youtube Sekretariat Presiden RI.

Lebih lanjut, Pemerintah juga menghimbau kepada satgas dan kepala daerah untuk mengkontrol kegiatan saat perayaan Idul Fitri nanti guna mencegah kerumunan yang terjadi kepada masyarakat.

“Saya meminta kepada kepala daerah dan satgas didaerah untuk melakukan sosialisasi yang baik kepada masyarakat terkait pelaksanaan ibadah saat hari raya idul fitri, seperti takbiran, solat idul fitri dan halal bihalal” lanjutnya.

Selain itu, larangan kegiatan malam takbiran dialihkan ke mesjid dengan maksimal kapasitas 10 persen. Hal itu tertuang pada surat edaran Menteri Agama no 7 tahun 2021.

Seperti diketahui, kebijakan larangan tersebut sebelumnya sudah dirapatkan oleh pemerintah agar terciptanya perayaan Idul Fifri yang kondusif dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

(Andri Alqodri)











Leave a Reply

Your email address will not be published.