NASIONAL
SUARA MERDEKA
July 29, 2021

Budaya Modern Merajalela, Dewan Asal Bekasi Ini Gandeng Ridwan Saidi Bicara Betawi

BEKASI – Makna Kebangkitan Nasional tahun ini menjadi tantangan bagi para milenial untuk tetap memiliki semangat semangat nasionalisme dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang, meski gempuran budaya asing terus hadir di Indonesia.

Melihat fenomena makin jauhnya pemuda di kota besar dengan akar sejarahnya, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Heri Koswara berinisiatif mengundang budayawan Betawi Ridwan Saidi, untuk berbicara banyak tentang masalah tersebut.

Menurut Herkos-sapaan akrabnya Heri Koswara, Babeh Ridwan Saidi merupakan seorang budayawan Betawi dan ahli sejarah yang sangat mumpuni untuk menjawab fenomena tersebut, karena pengalaman dan pengetahuannya terhadap budaya lokal bangsa ini.

“Beliau adalah seorang budayawan sejati, asli Betawi yang lahir di Jakarta, yang di masa mudanya pernah menjadi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) serta alumni dari Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (sekarang dikenal sebagai FISIP) di Universitas Indonesia pada tahun 1963-1976,” ujarnya, Senin (24/5/2021)

Lebih jauh, Herkos menuturkan, berdasarkan sejarah dan pengalaman hidup Babeh Ridwan Saidi, kita bisa mendapatkan banyak cerita tentang perubahan dan fenomena mengikisnya nasionalisme serta kepedulian pemuda terhadap budaya lokal.

“Sejarah hidup beliau yang penting kita ketahui dan dijadikan sebagai pelajaran, kita yang masih muda juga harus lebih banyak peduli dengan budaya Betawi yang kini kian punah,” terangnya.

Diakui Herkos, kemunduran pemahaman dan kepedulian pemuda terhadap budaya lokal akibat kian masifnya budaya-budaya modern dan impor yang masuk ke Indonesia, hingga seringkali membuat anak-anak kita tak mengetahui budaya Betawi, khususnya yang ada di Kota Bekasi.

“Contoh paling umum, yakni budaya palang pintu. Nah, budaya palang pintu ini yang sering kita lihat dalam acara perkawinan, namun tidak banyak anak muda yang paham esensinya,” jelasnya.

Ditambahkannya, jadi besan penganten laki sebelum diterima tuan rumah biasanya harus melalui prosesi yang dinamakan palang pintu dulu.

“Nah, jadi palang pintu itu seperti apa, kemudian bagaimana konsepnya, tentu Babe Ridwan Saidi memahami betul konsep tersebut, untuk itu kita berencana mengajak Babeh Ridwan Saidi untuk cerita melalui kanal youtube secara sederhana, agar bisa menjadi informasi untuk generasi kita, khususnya anak-anak Bekasi,” tandasnya. (rez)

caption: Ridwan Saidi bersama Heri Koswara berdiskusi terkait budaya Betawi yang kian hari makin tidak diminati para pemuda milenial. foto: Reza Aulia











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *