NASIONAL
SUARA MERDEKA
July 26, 2021

Pertamina Harap Restrukturisasi Dapat Mudahkan Proses Investasi

JAKARTA-PT. Pertamina (Persero) berharap bahwa proses restrukturisasi anak perusahaan dapat meyederhanakan proses persetujuan investasi.

Penyederhanaan mata rantai persetujuan investasi dapat diakselerasi dengan tetap memperhatikan governance.
Implementasi Restrukturisasi menyederhanakan pengambilan keputusan investasi dari 9 menjadi 2 langkah dimana Holding, Sub Holding dan Anak Perusahaan bersama-sama terlibat sejak awal pengusulan investasi.

“Proses pengambilan keputusan untuk investasi dari awalnya 9 tahap sekarang hanya tinggal 2 tahap saja. Sehingga dengan proses restrukturisasi ini sudah memberikan bukti nyata bagaimana proses pengambilan keputusan untuk investasi ini menjadi lebih cepat,” ujar Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) PT. Pertamina (Persero) dengan Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta Selatan (20/5).

Secara khusus, Nicke memastikan dalam kurun 2020-2024 ada kebutuhan investasi untuk sejumlah proyek di Pertamina mencapai US$ 92 miliar. Direncanakan minimal US$ 40 miliar bisa bersumber dari pendanaan eksternal baik partnership, refinancing project maupun Sovereign Wealth Fund (SWF).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menuturkan, pihaknya telah merestrukturisasi struktural perusahaan. Restrukturisasi dilakukan dengan memangkas jumlah anak perusahaan dari 127 menjadi 12 anak perusahaan.
Restrukturisasi Anak Perusahaan Pertamina mendapat dukungan penuh dari Komisi VI DPR RI. Dalam pernyataannya, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer mendukung penuh langkah tersebut.

“Saya turut senang bahwa ada pemikiran-pemikiran untuk mengerucutkan atau merampingkan perusahaan. Nah mengenai ide holdingisasi ini, saya setuju sekali karena restrukturisasi ini bisa memicu tumbuhnya pengusaha pengusaha baru. Seperti yang kita tahu, pertumbuhan tidak ada artinya ketika tidak ada pemerataan. Pertumbuhan tanpa pemerataan, dan tanpa pelaku baru itu tak ada artinya. Jadi harus timbul pelaku baru. Nah oleh karena itu maka ini merupakan langkah tepat bagi BUMN untuk restrukturisasi,” tegas Politi Senior asal Bali tersebut.











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *