NASIONAL
SUARA MERDEKA
December 3, 2021

Kasus Aktif Covid-19 Meningkat, Pulau Jawa Berkontribusi 52,4 Persen

JAKARTA – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, mengungkapkan kasus konfirmasi harian dan kasus aktif Covid-19, menunjukkan tren kenaikan pada beberapa hari terakhir paska Idulfitri.

“Kita perlu mewaspadai periode peningkatan kasus setelah libur Idulfitri yang diperkirakan terjadi pada 4-5 minggu setelahnya,” ujar Airlangga, pada Konferensi Pers usai Rapat Terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/6/2021).

Jika dirinci, jumlah kasus aktif terendah terjadi pada tanggal 18 Mei 2021, yakni sejumlah 87,514 kasus.

Namun, sejak 19 Mei 2021 kembali mengalami tren peningkatan, bahkan pada 29 Mei – 2 Juni 2021 kasus aktif berada di atas 100.000 kasus.

Kenaikan kasus aktif pasca Idulfitri memiliki rata-rata kasus aktif dalam seminggu terakhir meningkat 0,85 persen dibandingkan dengan rata-rata minggu sebelumnya.

“Tren konfirmasi harian sebelum Idulfitri di kisaran 5.000-6000 kasus perhari, satu minggu paska Idulfitri, yakni pada 13-19 Mei 2021 mengalami tren penurunan, namun sejak 19 Mei, terus mengalami peningkatan kembali ke angka 5.000-6.000 kasus per hari,” jelas Airlangga Hartarto, yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Dia juga mengungkapkan bahwa terdapat 5 provinsi dengan kasus aktif terbesar yang berkontribusi atas 65 persen kasus aktif tingkat nasional, antara lain adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Papua, dan Riau.

“Provinsi di Pulau Jawa berkontribusi sebesar 52,4 persen terhadap kasus aktif nasional, sedangkan provinsi di Sumatera berkontribusi sebesar 26,5 persen,” ujar Airlangga.

SECARA UMUM MASIH TERKENDALI

Meski mengalami tren kenaikan, Airlangga mengklaim, penambahan kasus Covid-19 harian dan kasus aktif virus corona di Indonesia, masih terkendali hingga saat ini.

Kasus aktif Covid-19 per 6 Juni mencapai 5,3 persen, lebih rendah dibanding kasus aktif global yang berada di angka 7,5 persen.

Dibandingkan dengan beberapa negara lainnya, kata dia, kasus Covid-19 mingguan di Tanah Air juga masih lebih rendah. Di Malaysia misalnya, 1.607 per 1 juta penduduk terkonfirmasi Covid-19. India, 662 orang per 1 juta penduduk, dan Perancis, 731 orang per 1 juta penduduk.

“Indonesia masih jauh lebih rendah, yakni Indonesia 147 orang per 1 juta penduduk,” ujarnya.

Sedangkan tingkat kesembuhan Indonesia berada di 91,9 persen, dibanding global sebesar 90,3 persen. Kemudian tingkat keatian di Tanah Air, sebesar 2,80 sebesar, sementara global 2,15 persen.

TINGKAT KETERISIAN TEMPAT TIDUR

Akibat peningkatan kasus aktif Covid-19, tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) rumah sakit rujukan Covid-19, kini berada di angka 40 persen.

Kemudian, terdapat 5 provinsi yang mencatatkan bed occupancy rate di atas 50 persen yakni Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Jambi, dan Riau.

“Ada 14 Provinsi dengan Bed Occupancy Rate (BOR) di atas rata-rata nasional, dan 5 Provinsi dengan BOR di atas 50 persen, yakni Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Jambi, dan Riau,” jelas Airlangga.

Berdasarkan data per 6 Juni 2021, 22 provinsi mengalami tren peningkatan rata-rata pasien yang dirawat di rumah sakit dibandingkan rata-rata dua minggu sebelumnya.

Airlangga juga mengatakan BOR Isolasi dan Intensif ICU di tingkat kabupaten/kota meningkat seiring dengan peningkatan kasus aktif yang terjadi.

“BOR Isolasi di beberapa kabupaten/kota di Sumatera dan Jawa bahkan melebihi 70 persen dan ada yang 100 persen seperti di Musi Rawas Utara, Toba Samosir, dan Lanny Jaya,” ujarnya.

BOR Intensif (ICU) di beberapa kabupaten/kota juga mencapai lebih dari 70 persen. Bahkan, kata Airlangga, di Jawa Tengah dan Jawa Barat ada yang mencapai 100 persen, seperti di Majalengka dan Rembang.

TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN MASKER

Pada kesempatan yang sama, Airlangga, meminta agar kepatuhan penggunaan masker di Indonesia, juga harus semakin ditingkatkan.

Ia mengungkapkan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona cenderung variatif.

Di Sumatera Barat, Jambi, dan DI Yogyakarta tingkat kepatuhan masyarakat berkisar di angka 91-100 persen. Sementara, tingkat kepatuhan warga di Jawa Barat, Bangka Belitung, dan Kalimantan Selatan antara 61-75 persen.

Namun, di Sulawesi Tengah dan Maluku tingkat kepatuhan masyarakat berada di bawah 60 persen.

“Harus semakin ditingkatkan kepatuhan penggunaan masker, karena penting untuk penanganan Covid,” kata Airlangga.

Konferensi Pers tersebut juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ganip Warsito.

PEWARTA : M. Rain Daling, S.Hum / NSM











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *