NASIONAL
SUARA MERDEKA
December 3, 2021

Polda Sulteng Telusuri Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi di Tambang Emas Ilegal

JAKARTA– Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng), tengah mendalami informasi dugaan keterlibatan oknum polisi pada kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI) di beberapa wilayah setempat.

Kasubdit Penmas Bidang Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari, mengatakan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sulteng, sedang melakukan pendalaman terkait dugaan keterlibatan oknum polisi di PETI, khususnya di Dongi-dongi.

“Bid Propam sementara mendalami informasi tersebut,” kata Kompol Sugeng, kepada NSM, melalui pesan elektronik WhatsApp, Jumat (11/6/2021), menanggapi informasi dugaan keterlibatan oknum polisi di PETI.

Kepolisian, kata Kompol Sugeng, akan menindak tegas siapapun oknum yang mendalangi aktivitas pertambangan emas tanpa izin di wilayah setempat.

“Dalam proses penyelidikan atau penyidikan apabila sudah mengarah kepada aktor atau backing atau pemodal, dan terpenuhinya dua alat bukti sudah barang tentu siapapun orangnya akan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Kompol Sugeng.

Terkait PETI di Sulteng, Kompol Sugeng, mengatakan saat ini tengah dilakukan penyidikan oleh Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulteng, bersama jajaran sesuai data yang ada.

“Yang kita tahu apa yang sementara disidik oleh Subdit Tipidter DItreskrimsus dan jajaran sesuai data yang ada,” ujarnya.

“Kasus tambang di wilayah Parigi Moutong (Parimo) ada yang sudah tahap 2, ada juga yang masih tahap 1, demikian juga terkait hasil tambang dongi dongi,” ujar Kompol Sugeng, menambahkan.

Ia kembali menegaskan, bahwa siapapun yang terlibat pasti akan dilakukan penegakkan hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

“Siapapun yang terlibat bila cukup bukti akan dilakukan penegakkan hukum sesuai UU yang berlaku,” tegas Kompol Sugeng.

Selain itu, Kompol Sugeng, mengatakan persoalan PETI, tidak hanya menjadi tanggungjawab kepolisian.

“Persoalan PETI, tidak semata-mata menjadi tanggungjawab kepolisian,” ujarnya.

Dia mengatakan, kasus PETI berbeda dengan kasus ilegal logging lebih banyak tertangkap tangan, sehingga tidak ada kendala dalam proses penyidikan.

“Dalam penanganan kasus ilegal logging lebih banyak karena tertangkap tangan sehingga tidak ada kendala dalam proses penyidikan, sedangkan terkait kasus tambang yang berlangsung beberapa tahun,” kata perwira polisi berpangkat satu bunga tersebut.

Ia berharap keterlibatan seluruh pemangku kebijakan dalam penanganan PETI di Sulteng, agar upaya yang dilakukan dapat berkesinambungan.

“Kepolisian mengharapkan adanya tindakan secara komprehensif atau pelibatan seluruh stakeholder, karena persoalan PETI tidak semata-mata menjadi tanggungjawab kepolisian, agar upaya yang dapat dilakukan dapat terus berkesinambungan,” pungkasnya.

PEWARTA : M. Rain Daling, S.Hum / NSM











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *