NASIONAL
SUARA MERDEKA
December 3, 2021

Dianggap Menelantarkan Anak, Oknum Guru PNS Kemenag Gorontalo dilaporkan Suami Ke Polda Gorontalo

Gorontalo, suara-merdeka. Oknum guru salah satu Madrasah Aliyah Negeri di Gorontalo dengan inisial LMH dilaporkan oleh suaminya ke Polda Gorontalo karena diduga menelantarkan anak.

“Benar, hari Jum’at tanggal 11 Juni 2021 saya telah membuat Laporan Polisi atas dugaan penelantaran anak yang dilakukan oleh istri saya inisial LMH” ungkap MK yang tidak lain adalah suami LMH.

Sebelumnya MK mengatakan bahwa hal ini masih sifatnya aduan, namun setelah rangkaian penyelidikan di tahap aduan, maka sekarang telah dibuat Laporan Polisi dengan nomor : LP/147/VI/2021/SIAGA-SPKT.

“Saksi-saksi telah diperiksa, saya juga sebagai pelapor telah diperiksa, dan masih ada beberapa dokumen yang akan dilengkapi”, ungkap MK.

Terkait kronologi peristiwa, MK mengatakan bahwa “Istrinya LMH telah meninggalkan anak sejak 4 Maret 2020 dan sampai hari ini belum pernah menjenguk anaknya. Bahkan pada bulan Desember 2020 saat anak kecelakaan, LMH tidak datang menjenguk meskipun saya telah menginformasikan kecelakaan tersebut kepada kepala sekolahnya” kata MK.

MK juga menjelaskan bahwa sebelumnya memang rumah tangganya dengan LMH ada masalah, bahkan dirinya telah dilaporkan di POLDA Gorontalo oleh LMH terkait KDRT, namun menurutnya hal ini bukanlah sebuah halangan untuk memikirkan masalah anak karena kewajiban orang tua.

“Apalagi kalau misalnya alasan tidak mau mengurus anak karena trauma bertemu saya, itu sangat tidak masuk akal karena sebelumnya kami pernah bertemu di sidang mediasi perceraian dan semua berjalan lancar. Untuk mengurus cerai mau bertemu, giliran mengurus anak tidak mau bertemu dengan alasan trauma. Inikan tidak masuk akal menurut saya” lanjut MK.

Terkait dengan kasus ini, Ketum LBH Phasivic, Agus Floureze mengatakan bahwa laporan dugaan penelantaran anak yang dilakukan oleh oknum PNS Guru Kemenag Gorontalo tersebut, sangat berpotensi dilanjutkan diranah persidangan karena semua unsur bisa saja terpenuhi.

“Menurut UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, penelantaran anak adalah tindakan mengabaikan dengan sengaja kewajiban untuk memelihara, merawat, atau mengurus anak sebagaimana mestinya. Dan jika ini terjadi, maka tentu sudah jelas ada ancaman pidananya baik di dalam UU PKDRT maupun UU Perlindungan Anak” lanjut Agus.

Agus juga mengatakan bahwa jika ini terbukti, maka LMH bisa saja dipecat dari PNS nya, apalagi sebagai seorang guru yang seharusnya menjadi tauladan bagi siswa siswinya.

Sementara itu, ketika di konfirmasi, Kabid Humas Polda Gorontalo, Wahyu Tri Cahyono mengatakan bahwa infonya masih belum lengkap. Yang jelas, dari pengaduan terlapor, oleh Renakta sudah melakukan giat penyelidikan, untuk beberapa saksi telah dimintai keterangan, sedangkan terlapor diundang beberapa kali namun tidak hadir, sehingga tanggal 11 Juni 2021 kemarin dibuatlah Laporan Polisi untuk lengkapi administrasi penyidikannya











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *