June 26, 2022

Soal Penyelundupan Emas Batangan, Arteria Dahlan: Ada Bandit Negara Terang-Terangan

Jakarta– Anggota Komisi Hukum dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan, mendesak Kejaksaan Agung untuk mengusut kasus dugaan penyelundupan impor emas batangan dari Singapura ke Indonesia yang terjadi di Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Dahlan menyinggung perkara penggelapan emas batangan impor tersebut senilai 47,1 Triliun.

“Coba diperiksa Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno Hatta. Namanya berinisial FM,” ungkap Dahlan dalam rapat parlemen.

Dahlan menyampaikan bahwasannya anggota di dalam rapat tersebut terlalu sibuk mengurusi urusan pajak rakyat dan lupa bahwasannya ada bandit-bandit negara yang berkeliaran dan merugikan negara.

“Ada indikasi perbuatan manipulasi. Pemalsuan menginformasikan atas hal yang tidak benar, sehingga produk tidak dikenai biaya impor,” lanjut Dahlan.

Di Singapura, hampir semua emas itu di eskpor menggunakan kode HS 7108.13.00. Kode itu digunakan untuk emas berbentuk setengah jadi. Akibatnya, produk tersebut tidak dikenakan PPH Impor.

Dahlan pun menyampaikan bahwa potensi negara mengalami kerugian sebesar 2,9 Triliun. Menurutnya, kerugian tersebut bukanlah uang yang kecil ketika negara sedang mengalami kesulitan. Modus perkara tersebut adalah impor emas 47,1 T dengan mempergunakan Harmonized System (HS) Codes yang tidak sesuai.

Dahlan pun mengungkapkan bahwa kasus ini bukanlah temuan pertama, melainkan temuan yang ke-sekian kalinya. Dahlan sempat menyinggung para pelaku dalam perusahaan, yakni petinggi Kantor Pusat Bea Cukai.

“Batangan emas yang sudah bermerek, sudah bernomor seri, yang dikemas rapi bersegel dan tercetak keterangan berat dan kandungan emasnya, seolah-olah dikatakan sebagai bongkahan emas. Saya minta periksa PT Aneka tambang,” tegas Dahlan.

Dahlan pun menuturkan, perusahaan yang beliau sebut harus dilakukan pemeriksaan para petingginya. Dahlan menyebut mereka adalah maling yang kasat mata.

Prastika-NSM











Leave a Reply

Your email address will not be published.