June 26, 2022

Marsal Harahap Tinggalkan Dua Orang Anak, Warga Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

SUMUT-NSM Ucapan turut berdukacita terus mengalir kepada keluarga dan istri Marsal Harahap, oknum wartawan yang ditembak mati oleh OTK (orang tidak dikenal), Sabtu (19/6/2021) dini hari.

Penembakan tersebut mengenai paha sebelah kiri korban, tepatnya di bagian atas. Sehingga, korban mengalami pendarahan hebat dan menyebabkan korban meninggal dunia saat hendak di bawa ke RS Vinta Insani pada Sabtu sekira pukul 01.30 WIB.

Secara keji dan belas kasihan pelaku menghabisi korban tepatnya di Huta 7 Pasar 3 Kabupaten Simalungun berkisar 300 meter dari rumah korban. Hingga saat ini, motif pelaku menghabisi nyawa korban dan identitas pelaku belum diketahui Polisi.

Kepergian Marsal Harahap meninggalkan dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dan istri tercinta Bonia (39). Atas kejadian tersebut, kini Bonia (istri korban) harus menjadi tulang punggung keluarga untuk menafkahi dan melanjutkan pendidikan sang buah hati.

Mengenang sang suami Bonia, istri Marsal Harahap tak kuasa menahan tangis dan terus bercucuran air mata, di mana lelaki pujaan hatinya itu telah meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Bercerita tentang suami, Bonia mengaku sudah tidak sanggup menceritakan kembali tentang liku-liku suasana keluarga mereka. Suaminya dikenang sebagai seorang yang penyayang dan sangat bersahabat dengan keluarga. Hal itu tidak lupa di ingatan istri Marsal Harahap.

Sehari sebelum suaminya meninggal dunia pada Jumat (18/6/2021) malam, mereka sekeluarga pergi makan malam bersama di salah satu restoran.

“Jadi terakhir itu kami dibawa untuk makan ke restoran bersama anak-anak,” ujar Bonia sambil menangis saat diwawancarai wartawan, Sabtu siang di rumahnya.

Dalam momen itu, almarhum Marsal Harahap mengabadikan semua keluarga hingga menu makanan yang dihidangkan lewat ponsel miliknya. Seterusnya, foto-foto kebersamaan itu diposting ke akun facebooknya.

Saat itu, Bonia merasa ada yang janggal pada suaminya. Sebab, sebelum-sebelumnya, suaminya itu hampir tidak pernah memamerkan foto-foto yang berhubungan dengan keluarga.

“Biasanya dia (Suami) tidak mau mengunggah foto keluarga di akun media sosialnya,” terang Bonia.

Meskipun demikian, Bonia telah ikhlaskan kepergian suaminya itu. Dan Bonia pun berharap kepada aparat Kepolisian agar secepatnya pelaku segera ditangkap, harapnya.

Terkait hal ini, warga meminta Aparat Kepolisian agar segera menangkap pelaku atas tewasnya Marsal Harahap. Kejadian ini merupakan isu terhangat di kalangan masyarakat di wilayah Sumatera Utara, lebih tepatnya di wilayah Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar Sumut.

Mulai dari cara pelaku menghabisi korban dengan cara diduga tembakan senpi (senjata api) membuat masyarakat ketakutan dan meminta aparat kepolisian segera menemukan pelaku.

Sardi Sianturi (34) warga kabupaten Simalungun mengaku sangat ketakutan atas kejadian itu, dan dirinya bersama dengan warga lainnya meminta polisi segera menangkap pelaku.

“Aduh. Ketakutan lah kami bang, kalau pelakunya itu berkeliaran bisa saja dia melukai warga,” kata Sardi dan warga lainnya.

Sementara Gading Simangunsong yang merupakan seorang mahasiswa dan penggiat sosial menuturkan turut mengungkapkan dukacita atas kematian korban. Ia mengatakan, mendengar berita korban membuat dirinya merasa sedih bercampur marah karena penembakan yang menyebabkan kematian korban sungguh tidak wajar, keji, dan bengis.

“Kita kehilangan orang yang berani seperti bang marsal, apa yang dialami dia adalah perbuatan keji dan orang tersebut harus segera ditangkap.” ungkapnya.

Gading juga meminta aparat kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus yang menewaskan korban.

“Polri harus segera mendalami motif penembakan yang dialami korban,” katanya.

Menurutnya, bila melihat sepak terjang korban dalam pemberitaan terkait peredaran narkoba dengan kematian korban ini, publik bisa mencium bahwa kasus ini dilakukan oleh orang-orang besar yang merasa terganggu atas sepak terjang korban. Untuk itu, ia mendorong agar polisi tidak hanya menangkap pelaku saja, tetapi juga otak dibalik penembakan ini serta semua orang yang terlibat. Ia juga meminta agar kasus ini mendapat atensi khusus dari Mabes Polri agar bisa ditangani secara cepat dan profesional.

“Penembakan ini pasti ulah orang yang profesional dan tersusun rencana rapi, besar dugaan ada dalang dibalik motif ini yang terganggu atas keberadaan korban.” pungkas Gading mengakhiri.

(Matius Gea NSM).











Leave a Reply

Your email address will not be published.