June 26, 2022

Keluarga Minta, Pelaku Pembunuhan Marsal Harahap Diberikan Hukuman Mati

SUMUT-Bertepatan di lapangan Mako Polres Siantar saat gelar konferensi pers pengungkapan kasus penembakan terhadap Marasalem Harahap alias Marsal Harahap. Keluarga korban (Marsal) hadir disana yakni kakak kandungnya Farida Harahap.

Kepada wartawan Farida Harahap (kakak kandung korban) meminta kepada penegak hukum agar ke tiga pelaku dihukum seberat-beratnya atau hukuman mati.

“Hukuman mati aja diterpakan buat tersangaka, biar tidak ada Marsal Marsal lain lagi yang menjadi korban pembunuhan,” kata Farida.

Diceritakan Farida Harahap, almarhum Marsal Harahap dikenal sangat baik kepada sesama dan terutama kepada keluarga. ” Kalau adikku itu baik kali,” cerita Farida

Sementara itu, Bonia istri korban tidak bisa hadir untuk mengikuti konferensi pers lantaran sedang sibuk mengurus anak-anak sekolah. “Jadi istrinya gak bisa datang tadi, karena ngurus anak-anak nya sekolah,” ujarnya mengakhiri.

Konferensi pers tersebut digelar didepan ruangan Satua narkoba Polres Pematangsiantar yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pematang Siantar, Kamis (24/6/2021) sekira pukul 17.30 WIB waktu setempat.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengatakan dalam kasus tersebut sedikit nya memeriksa 57 orang saksi yang terdiri dari.

Saksi dari rumah korban sebanyak 2 orang dari kantor korban sebanyak 3 orang, dari warung tuak tempat korban minum terakhir sebelum kejadian sebanyak 8 orang.

Selanjutnya dari siantar Hotel tepat korban berkunjung ataupun bertemu dengan seseorang sebanyak 15 orang, dari Bar Ferarri Resto sebanyak 5 orang dan dari TKP sebanyak 23 orang, jelas Panca Simanjuntak.

Dari sejumlah keterangan saksi-saksi disertai dengan keterangan para pelaku akhirnya Polisi menetapkan Pengusaha kafe berinisial Sugito alias S (57) warga Jalan Seram, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Utara sebagai otak pelaku dari kasus tersebut.

Dimana tersangaka S (57) yang memerintah ataupun menyuruh tersangaka A dan YP (31) untuk memberikan pelajaran terhadap korban.

“Jadi para pelaku ini hanya berniat memberikan pelajaran terhadap korban,” kata Panca

Dijelaskan Panca Putra Simanjuntak tindak kasus pidana tersebut berawal saat S (57) pemilik HTM ferari merasa sakit hati terhadap korban. Dimana korban selalu memberitakan tempat usaha milik korban dan menyebut lokasi tersebut marak peredaran narkotika.

Karena sakit hati pelaku Sugito alias S (57) memuncak lantaran korban selalu meminta jatah yang diperkirakan 12 juta perbulan. Meskipun demikian korban tetap bersikap keras dan memberitakan tempat usaha pelaku.

Penulis Matius Gea NSM

Teks Foto, Kakak kandung korban Farida Harahap (tengah) baju warna oranye (foto/Matius Gea/NSM)











Leave a Reply

Your email address will not be published.