June 26, 2022

Balapan Liar Seringkali Terjadi, Para Pelaku Balapan Kebanyakan Warga Luar Siantar

SUMUT-Dalam rangka menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat, satuan lalulintas Polres Siantar terus melakukan rajia rutin.

Hal itu dikatakan oleh Kasat Lantas Polres Siantar AKP Muhammad Hasan saat dijumpai wartawan di ruangannya Rabu (30/6/2021) siang.

Jadi kebanyakan kendaraan yang memakai knalpot racing itu datang dari luar kota Siantar. Seperti daerah tanah Jawa, serbelawa, karang sari dan beberapa lokasi lainnya yang berdomisili di Kabupaten Simalungun kata AKP Hasan.

Meskipun demikian rajia rutin terus dilakukan oleh pihaknya di kawasan itu kota. Seperti Jalan Sutomo, Jalan Merdeka dan beberapa lokasi yang dicurigai ataupun diduga tempat balapan liar.

Dikatakan AKP Hasan, razia tersebut kini semakin digalakkan berkat banyaknya laporan dari masyarakat yang terus masuk. Muhhamad Hasan mengatakan bahwa pihaknya melakukan razia dilakukan tidak hanya sekali dalam sepekan.

Rajia rutin tersebut terus dilakukan agar pengguna knalpot yang tidak standar itu semakin sedikit. Setidaknya, sejak 21 Januari, pihaknya sudah mengamankan ratusan kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot buat pekak dan diresahkan, ceritanya.

Jumlah tersebut merupakan semua kendaraan yang ditindak. Seperti yang menggunakan knalpot bising dan balapan liar. Hasil itu didapat setelah anggotanya diterjunkan di Jalan Sutomo Merdeka dalam kegiatan patroli Blue Light setiap hari.

Dikatakan, usai dirazia dan diberikan tilang. Para pemilik kendaraan wajib mengikuti sidang, selanjutnya menyita knalpot blong setelah putusan sidang. Sejauh ini kata Hasan, masyarakat asli Siantar sudah paham dengan tindakan personel Satlantas.

“Penduduk Siantar udah paham kali. Dari kecamatan atau kota lain yang datang berbondong ke Siantar. Mereka pakai knalpot buat pekak dan balapan. Makannya saya bilang, mereka kehilangan tenggang rasa. Tak memikirkan orang lain,” ujarnya.

Karena kegiatan balapan liar dan penggunaan knalpot bising tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Hasan menghimbau, terutama bagi para orang tua supaya jangan membiarkan anak-anaknya memakai kendaraan knalpot bising.

“Hargai, bertenggang rasalah kepada orang lain. Kalau mereka balapan, ada orang yang terganggu. Kayak orang mau belajar, ibadah atau lagi sakit. Maka orang tua tolong pantau anakknya karena semua aktifitas berawal dari rumah,” jelasnya.

Masih kata Hasan menjelaskan, saat pihaknya melakukan razia. Hasan mengakui kerap kucing-kucingan dengan para pengendara balap liar. Artinya, jika razia itu dibubarkan di satu titik, mereka akan pindah ke lokasi lain yang tidak dijaga.

“Ya seperti itulah. Misalnya Patroli kan muter ke mana-mana. Jadi saat ada polisi, mereka tidak aksi, tapi saat tidak ada polisi, mereka melancarkan aksi. Tapi kita sudah pahami, makannya sekarang tidak ada cerita. Kita tindak semua itu, sama penontonnya,” tutup Hasan.

Penulis : Matius Gea NSM

Teks Poto – Kasat Lantas Polres Siantar AKP Muhhamad Hasan (foto/Matius Gea/NSM)











Leave a Reply

Your email address will not be published.