June 26, 2022

MA Vonis Jonson Tambunan 1 Tahun Penjara, Kasi Intel Sebut : Kita Tidak Tau Keberadaan Nya

SUMUT-Status penahanan terhadap Jonson Tambunan mantan Plt Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemerintah Kota Pematang Siantar hingga saat ini masih belum terlaksana.

Pasalnya, Jonson Tambunan hingga saat ini belum diketahui keberadaannya, ujar Rendra Yoki Pardede Kasi Intel Kejaksaan Negeri Siantar saat ditemui wartawan di ruangannya, Kamis (1/7/2021) siang.

“Kalau status si Jonson Tambunan hingga saat ini belum berhasil kita tahan, pasalnya kita tidak tau Keberadaan nya,” ujarnya kepada wartawan.

Dijelaskan Rendra pada beberapa tahun lalu Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun kepada Plt Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jonson Tambunan, atas kasus korupsi pembangunan Pasar Tozai tahun 2003.

Namun surat putusan tersebut baru diterima oleh Kejaksaan Negeri Kota Pematang Siantar pada tahun 2020 lalu. “Kalua putusannya sudah lama keluar, namun baru kita terima pada tahun 2020 lalu,” katanya.

Guna menindak lanjuti surat putusan tersebut, pihak kejaksaan negeri Kota Pematang Siantar sudah beberapa kali melakukan pemanggilan terhadap Jonson Tambunan namun yang bersangkutan tidak menghadiri nya.

Kita juga telah menyurati pihak Pemko Siantar untuk menanyakan keberadaan Jonson Tambunan namun pihak Pemko Siantar menyebut terhitung bulan Maret 2021 yang bersangkutan (Jonson) tidak pernah masuk kantor, jelas Rendra.

Ditambahkan Rendra Pardede berkisar dua minggu lalu, pihaknya (Kejaksaan Siantar) telah meminta bantuan kepada pihak Kejati untuk memburu yang bersangkutan (Jonson Tambunan).

Meskipun demikian, Rendra Pardede meminta kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan Jonson Tambunan agar di informasikan kepada pihaknya. “Kalua ada yang tau dimana dia khabari ke saya biar kami tangkap. Tapi informasinya harus falit,” ujarnya mengakhiri.

Perlu diketahui Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun kepada Plt Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jonson Tambunan, atas kasus korupsi pembangunan Pasar Tozai tahun 2003.

Proyek ini membuat negara mengalami kerugian sebesar Rp 18 juta.

Penulis Matius Gea NSM

Teks Foto, Foto Kasi Intel Rendra Yoki Pardede SH (foto/Matius Gea/NSM)











Leave a Reply

Your email address will not be published.