June 26, 2022

Masuki Hari Keempat, Pemerintah Daerah Unjuk Kebolehan Inovasi

JAKARTA, NSM– Tahapan presentasi dan wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2021 memasuki hari keempat.

Hari ini menandai dimulainya unjuk kebolehan inovasi oleh pemerintah daerah, tetapi diawali oleh presentasi dari PT Taspen.

Wirausaha Pintar merupakan program yang ditujukan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan ASN yang ingin berwirausaha. Program yang memberikan rangkaian pelatihan wirausaha, kemudahan pinjaman modal, dan pendampingan ini diinisiasi oleh Divisi Layanan Pemasaran dan Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Taspen.

Direktur Utama PT Taspen ANS Kosasih mengatakan program yang masuk ke dalam kategori khusus ini sudah memulai menggerakan pembinaan online model business bagi para pensiunan, terutama dalam masa pandemi ini.

“Tingkat keberhasilan program Wirausaha Pintar ini cukup baik. Dengan kurang lebih 83 ribu peserta, yang berhasil menjadi entrepreneur sekitar 80 persen,” jelasnya dalam Presentasi dan Wawancara KIPP 2021 Hari ke-4, Kamis (01/07).

Selanjutnya, Kabupaten Agam hadir sebagai pemerintah daerah yang pertama menjabarkan inovasinya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Martias Winto menjelaskan inovasi ASRI (Anak Sehat Rohani Jasmani dengan Sikat Gigi, Cuci Tangan, dan Bersuci) dari Puskemas Padang Lua.

ASRI merupakan inovasi untuk meningkatkan upaya kesehatan masyarakat untuk mencegah permasalahan kesehatan melalui mengubah pengetahuan menjadi perilaku pada anak usia sekolah.

Dengan tercegahnya masalah kesehatan, hal ini dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan kehadiran di sekolah sehingga anak dapat mencapai prestasi yang baik.

Senja Yang Indah (Sehat dan Sejahtera Yang Menjadi Impian Di Akhir Hayat) dari Kabupaten Tanggamus menjadi inovasi ketiga yang dipaparkan di hadapan Tim Panel Independen hari ini.

Program dari Puskemas Siring Betik yang didukung dengan kehadiran Kartu Lansia Tanggamus (KLT) dan Motor Reaksi Cepat (MRC) ini untuk mempermudah layanan rumah atau homecare bagi lansia.

“Lansia sebagai kaum rentan tidak perlu lagi perlu lagi datang ke Puskesmas atau Posyandu karena tenaga medis datang langsung mengunjungi rumah. Program ini sangat berpengaruh di masa pandemi karena dapat mengantisipasi dan meminimalisir penularan Covid-19 kepada lansia. Selain itu, konsultasi kesehatan juga dapat dilakukan melalui telepon dan WhatsApp,” terang Bupati Tanggamus Dewi Handajani.

Kemudian, inovasi Kampung Keluarga CIKAR (Cerdas, Inovatif, Kreatif, Aktif, dan Responsif) datang dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil, dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Gubernur Erzaldi Rosman mengatakan inovasi ini menjadi sentral seluruh program pembangunan di Bangka Belitung, sehingga hasil pembangunan dapat secara optimal dinikmati dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Kabupaten Bangka Barat hadir dengan inovasi ATRAKTIF dalam Integrated Ecofarming yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Pangan. Inovasi ini mengubah lahan kritis menjadi kawasan pertanian produktif terintegrasi berbasis Microbachter Alfaafa. Bupati Bangka Barat Sukirman mengatakan integrated ecofarming ini menggabungkan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu lahan sehingga menghasilkan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya kelompok tani, ternak, dan pembudidaya ikan.

Kabupaten Bangka menutup sesi satu dengan dua inovasi.

Pertama, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Bangka dengan inovasi Gerbang Lestari atau Gerakan Pembangunan Melestarikan Lingkungan.

Bupati Bangka Mulkan mengutarakan bahwa inovasi yang mengelola lahan bekas pertambangan timah ini mampu mengubah menjadi lahan produktif dan bernilai ekonomi tinggi. Dengan demikian, maka inovasi tersebut dapat mengurangi kerusakan lahan, menyerap tenaga kerja baru, transformasi struktur tenaga kerja, hingga meningkatkan produksi pertanian daerah dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka melanjutkan presentasi dengan inovasi Nyaman Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan) Dibalik Kocokan Arisan “Ibu” yang termasuk dalam kategori khusus. Inovasi ini hadir untuk mengatasi permasalahan cakupan jamban yang sangat rendah. Menggunakan metode community lead total sanitations (CLTS), kaum perempuan diberdayakan dan lahirlah Arisan Jamban Sederhana.

Ibu rumah tangga di Desa Kapuk mengambil peran mulai dari tahap perencanaan hingga bergotong royong membangun jamban.

Mengawali sesi dua, Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) membawa inovasi Proses Izin dengan Jarimu.

Melalui aplikasi SiJempol (Sistem Jemput Bola, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menjelaskan bahwa aplikasi ini telah terintegrasi dengan berbagai data sehingga mendukung kemudahan masyarakat dalam pelayanan perizinan dan nonperizinan.

Bupati Natuna Wan Siswandi melanjutkan sesi kedua dengan menerangkan Pesona Gelas Natuna atau Peduli Persoalan Kesehatan Hari Tua dengan Gerakan Lansia Sehat di Natuna dari Puskesmas Bunguran Selatan. Inovasi ini dapat meningkatkan derajat kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan pada lansia agar memiliki masa tua yang Bahagia dan berdayaguna.

Kota Batam menutup rangkaian presentasi dan wawancara hari keempat dalam kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) ini.

Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Batam menghadirkan Tapping Box sebagai upaya untuk mengoptimalisasi pajak daerah.

Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid menjelaskan Tapping Box merupakan perangkat sistem pengawasan penerimaan pajak secara elektronik sehingga terdapat pemantauan atas kepatuhan wajib pajak.

Dengan demikian, optimalisasi pajak daerah dapat tercapai secara maksimal. “Tapping Box merupakan inovasi yang zero APBD dan saat ini telah digunakan untuk empat jenis pajak.

Dengan Tapping Box, transaksi usaha terekam secara otomatis, sehingga mempermudah pengawasan dan pemeriksaan apabila Wajib Pajak tidak jujur dalam membayarkan pajaknya,” pungkas Jefridin.

Sumber: HUMAS MENPANRB











Leave a Reply

Your email address will not be published.