June 26, 2022

Peternakan Ayam Dinilai Tidak Ramah Lingkungan, Datangkan Ribuan Lalat Ke Rumah Warga

SUMUT– Peternakan ayam di Jalan Sibatu-batu, Kelurahan Bahsorma, Kecamatan Siantar Sitalasari diduga menghadirkan ribuan lalat hijau bahkan menyebabkan polusi udara.

Ilhasil, warga perumahan Bunda Asri, Nagori Simbolon Tengko, Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun diresahkan hadirnya ribuan lalat hijau yang menyerang pemukiman mereka.

Lalat tersebut kata warga, berasal dari peternakan ayam potong milik marga Purba yang berjarak sekitar 40 meter dari pemukiman warga. Keresahan yang dirasakan warga teranyar sampai 3 tahun lebih.

“Punya marga Purba dan sudah tiga tahun. Cuman parah nya belakangan ini, beribu jumlah lalat masuk kerumah setiap hari,” ujar sejumlah warga setempat saat diwawacarai wartawan, Kamis (8/7/2021) siang.

Selain masuk kedalam rumah, lalat menjijikkan itu kata warga, membuat tamu enggan kerumahnya. Bahkan mengancam kesehatan keluarganya, sehingga meminta aparat pemerintahan segera turun tangan.

“Kalau ada tamu datang, aku yang malu. Memang tamu nggak membilangnya, tapi aku rasakan apa yang mereka lihat,” ujar Benny mengaku akan melaporkannya kepada pihak pangulu Tengko.

Hal senada juga dikeluhkan warga setempat, Rasyid Pratama. Kepada wartawan, dia mengaku bahwa lokasi peternakan ayam milik marga Purba tersebut masih berada di lokasi wilayah Kota Siantar.

“Walupun berada di Kota Siantar, saya mohonlah aparat menyikapi secara serius. Karena sudah berapa kali kami mengadu sama Perangkat Desa (Gamot) tapi sejauh ini juga belum ada tindakan,” ujarnya.

Selain mengadu ke Gamot sambung Rasyid, pihaknya sudah mengadu kepada Pangulu setempat. Namun, pihak Pangulu mememberikan jawaban ke dia kalau lokasi masih di Siantar, sehingga tak bisa melarang.

“Itulah, kami pun keluhkan masalah ini ke Pangulu. Toh mereka juga mengatakan kalau kandang ayam punya marga Purba itu berlokasi di Kota Siantar. Kami berharap peternakan ditutup,” ungkap dia.

Pemilik kedai nasi, Sudiarman Purba (57) ternyata merasakan hal yang sama. Selain kesal, dia mengeluhkan banyaknya lalat yang terus berdatangan. Bahkan membuat pengunjungnya menjadi tidak nyaman.

“Gimanalah orang yang mau datang untuk minum atau makan kalau uda banyak lalat kek gini dek. Padahal yang punya kandang ayam itu adekku loh,” ucap Sudiarman seraya mengatakan hanya mengelus dada.

Penulis Matius Gea NSM

Teks Foto, Lokasi peternakan ayam yang dinilai sangat menggangu kenyamanan masyarakat sekitar (foto/Matius Gea NSM)











Leave a Reply

Your email address will not be published.