June 26, 2022

Soal Cekcok dengan Paspampres, Ady Wibowo: 4 Anggota Diperiksa, Masalah Sudah Selesai

JakartaNSM Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes (Pol) Ady Wibowo mengakui adanya perilaku kurang pantas dari anggotanya saat melaksanakan tugas jaga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sehingga hal itu memicu kesalahpahaman di berbagai pihak.
Ia mengatakan, empat oknum polisi yang melakukan penyekatan di pos Daan Mogot sudah diperiksa oleh Propam Polda Metro Jaya.

“Empat personel yang terlibat cekcok dengan Praka Izroi sedang diperiksa oleh Bid Propam untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya, seperti dikutip dari IDNTIMES, Kamis (8/7/2021).

Meski demikian, sosok yang akrab disapa Ady itu menyebut masalah ini sudah selesai sebelumnya dan situasi sudah kondusif.

“Saya sudah menghadap Komandan Paspampres dan juga meminta maaf secara langsung. Permasalahan sudah selesai,” katanya, Kamis (8/7/2021).

Peristiwa yang terjadi pada 7 Juli 2021 itu, lanjut Ady, merupakan kesalahpahaman. Karena itu, polisi yang berpakaian preman tidak ditugaskan dilapangan untuk sementara waktu. Alasannya, agar tidak ada lagi kesalahpahaman.

“Supaya tidak terulang lagi di lapangan. Anggota saya juga sudah diperiksa di Propam,” tuturnya.

Sementara itu, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres), Mayjen TNI Agus Subiyanto mengemukakan beberapa hal yang mengakibatkan kericuhan di lapangan saat PPKM darurat tersebut. Salah satunya karena petugas lapangan belum terlalu paham aturan.

“Aturan PPKM belum dipahami petugas di lapangan tentang sektor esensial, non-esensial, kritikal,” katanya kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).

Adanya petugas yang tak paham aturan, sambungnya, menyebabkan miskomunikasi di lapangan. Ia mengutip Inmendagri 15/2021 yang menyebut pekerja di bidang esensial dan kritikal boleh melewati penyekatan PPKM Darurat.

“Apabila aturan tidak dipahami petugas, akan terjadi miskomunikasi antara warga yang bekerja di sektor yang ditentukan dan petugas PPKM, sehingga harus ada sosialisasi instruksi tersebut,” paparnya.

Diketahui, perkara ini adalah buntut dari kejadian saat Praka Idoi terlibat perdebatan dengan para petugas di pos penyekatan PPKM Darurat di jalan Daan Mogot. Praka Idoi mengaku dirinya sebagai anggota Paspampres.

Perdebatan terjadi saat petugas meminta kartu anggota milik Izroi guna membuktikan kebenarannya. Sejumlah tentara juga turut meminta KTA yang bersangkutan.

Saat suasana mulai memanas, Idoi mengaku salah kepada para petugas sebelum akhirnya ia dipersilakan melanjutkan perjalanannya.

“Siap, saya salah,” ucapnya dalam video yang beredar.

(Al-Afgani Hidayat, Lc., S.H)

Sumber Berita: IDN News, Batalyon TV
Sumber Foto: Batalyon TV











Leave a Reply

Your email address will not be published.