June 26, 2022

PPKM Darurat, Kemnaker Meminta Ibu Hamil, Komorbid, dan Ibu Menyusui Bekerja WFH

TANGERANG, NSM – Menteri Ketenagakerjaan, Bu Ida Fauziyah meminta untuk Komorbid, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui untuk bekerja di rumah atau Work From Home (WFH).

“Saya kira ini demi dan atas nama kemanusiaan agar mereka diberi kesempatan bekerja dari rumah” ujar Ida Fauziyah saat memimpin Rapat Koordinasi PPKM Darurat dengan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi dan Kabupaten/Kota Seluruh Wilayah Jawa-Bali, Kadin, Kapindo pada hari Jumat (8/7) secara virtual.

Dalam arahannya, Bu Ida Fauziyah meminta kepada pekerja yang menggunakan fasilitas kendaraan umum supaya menggunakan masker rangkap atau double masking agar bisa lebih terlindungi dari Covid-19 varian baru seperti Delta.

Beliau juga meminta agar para pengusaha segera memastikan kejelasan terkait kategori jenis usahanya, dengan cara mengkonsultasikan dengan Dinas Perindutrian atau Satgas Penanganan Covid-19 setempat. Sehingga dapat dipastikan bahwa usahanya dalam masuk pada sektor esensial, non-esensial atau kritikal.

“Ini dimaksudkan agar pencegahan dan penanganan Covid-19 di perusahaan sesuai dengan peraturan yang ada. Khususnya selama masa PPKM Darurat” ujarnya.

Tak hanya itu saja, Bu Ida juga meminta perusahaan yang berada di Jawa dan Bali agar melakukan tes Covid-19 secara berkala untuk para pekerjanya dengan metode sampling. Hal tersebut guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada masa PPKM Darurat.

Misal, bila positivity rate (rasio positif Covid-19) mencapai 10 persen, maka proses kerja seharusnya dihentikan. Sementara jika positif ratenya dibawah 5 persen maka yang harus dilakukan pihak perusahaan adalah dengan memperketat protokol kesehatan.

“Dan selanjutnya bila positif ratenya dibawah 5 persen meskipun masih normal tetap harus waspada dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat” tutur Bu Ida Fauziyah.

Sumber Berita dan Foto : @Kemnaker/Instagram

Desi Oktavionika S.I.Kom – NSM











Leave a Reply

Your email address will not be published.