NASIONAL
SUARA MERDEKA
January 23, 2022

Pengusaha Cafe Minta Pembatasan Jam Operasional Dikaji Ulang

SUMUT– Kebijakan Pemerintah yang membatasi jam operasional dan kapasitas pengunjung kegiatan di sejumlah tempat yakni cafe hingga restoran di Kota Siantar sontak mendapat respons dari pengusaha yang terkena imbasnya.

Pelaku usaha mengaku setuju dengan keputusan pemerintah demi menekan penyebaran Covid-19.

Namun setiap kebijakan tersebut harus dipertimbangkan dengan hasil yang nyata. Kemudian pemerintah diminta harus mengkaji ulang aturan.

“Kejadiannya (penyebaran virus) nggak di cafe, tapi di rumah, orang yang pulang kampung, persoalan di situ, bukan di cafe. Cafe bulak balik ditutup tetap aja kasus Covid-19 naik. Kalau cafe yang disasar, itu keliru,” kata Joko pemilik Warung Kolonial.

Menurut Joko yang ditemui di Cafenya Jalan Silimakuta, Kecamatan Siantar Barat. Pemerintah kota (Pemko) Siantar seharusnya menyasar tempat-tempat yang memang berpotensi menimbulkan kerumunan, misalnya seperti transportasi umum.

“Karena kebijakan batas operasional Cafe, pendapatan turun jadi 40 persen. Belum lagi menggaji karyawan, maunya di kaji jugalah kayak yang di lokasi pengangkutan atau transportasi. Disana kan ramau terus, ada yang 24 jam,” katanya.

Sebelum Pandemi dan pembatasan jam operasional sambung Joko, karyawannya berjumlah belasan orang. Namun saat ini hanya tinggal 5 orang karyawan. Terkadang juga harus siap merugi demi menutupi gaji para karyawannya sendiri.

“Ya gitulah sekarang keadaannya. Saya berharap Pemerintah mau memperhatikan kami pengusaha makanan. Pinomat jam operasionalnya.

Penulis Matius Gea NSM

Teks Foto, Tempat Usaha Caffe and Resto (foto/Matius Gea NSM)











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *