June 26, 2022

Bamsoet Ajak Pemerintah dan IDI, Diskusi Ilmiah Terbuka dengan Dr.Lois Owien soal Covid 19

_________

JakartaNSMKetua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI), Bambang Soesatyo turut angkat suara soal kontroversi pernyataan Dokter Lois Owien beberapa hari terakhir. Dirinya mendorong Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melakukan diskusi secara terbuka dengan Lois Owien terkait informasi tentang Covid-19.

“Meminta pemerintah bersama IDI melakukan diskusi secara terbuka dengan dokter Lois Owien, terkait apa yang disampaikannya melalui media sosial beberapa waktu lalu,” katanya dalam keterangan tertulis, seperti dikutip jppn.com, Rabu (14/7/2021).

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menyatakan, diskusi perlu dilakukan secara terbuka agar masyarakat dapat mencermati penyebaran informasi tentang virus korona secara ilmiah.

“Mengingat masyarakat saat ini dalam kondisi bingung, yang makin bingung ditambah adanya tekanan ekonomi yang semakin berat,” ucapnya.

Dengan adanya polemik tentang informasi yang disebarkan Lois tersebut, Bamsoet berharap pemerintah dapat mengklarifikasi berdasarkan fakta.

“Diharapkan pemerintah dapat memberikan penjelasan atau klarifikasi berdasarkan fakta yang valid, sehingga tidak membingungkan dan meresahkan masyarakat di tengah situasi pandemi seperti saat ini,” ucapnya.

Untuk diketahui, Lois Owien ditangkap Polda Metro Jaya di Jakarta pada Minggu (11/7) sore kemarin. Dia diduga melakukan tindak pidana menyebarkan berita bohong tentang penanganan pandemi di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, penyebaran berita bohong oleh Lois tersebut dapat menimbulkan keributan di masyarakat dan menghalangi penanganan pandemi.

“Dokter L telah menyebarkan berita bohong dan/atau menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja, yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan rakyat dan/atau menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah penyakit menular,” kata Ramadhan, di Jakarta, Senin (12/7).

Lois, sambungnya, menyebarkan informasi bohong bahwa selama pandemi orang-orang meninggal dunia bukan karena Covid-19, melainkan oleh interaksi antarobat dan pemberian obat dalam enam jenis.

Polda Metro Jaya kemudian menyerahkan Lois ke Bareskrim Polri.

Diketahui dr. Lois tidak ditahan lantaran berjanji tak akan melarikan diri atas dugaan penyebaran hoaks di media sosial terkait pandemi virus korona.

(Al-Afgani Hidayat, Lc., S.H)

Sumber Berita: jppn.com
Sumber Foto:











Leave a Reply

Your email address will not be published.