NASIONAL
SUARA MERDEKA
October 21, 2021

Presiden Jokowi: Perharikan Bantuan Kepada Masyarakat Agar Tepat Sasaran

_______

Gelar Rapat Evaluasi PPKM Darurat, Jokowi Beri 8 Arahan, Perhatikan Poin Kelima

_______

JakartaNSM Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) memberikan delapan arahan terkait penanganan Covid-19. Arahan tersebut ia sampaikan dalam rapat evaluasi PPKM Darurat pada Jumat (16/7/2021) lalu.
Pertama, terkait vaksinasi yang sudah masuk ke negara. Dari 137 juta vaksin yang disuntikkan baru 54 juta. Dirinya meminta agar vaksinasi digencarkan.

“Tidak boleh ada stok (vaksin). Artinya, kirim habiskan, kirim habiskan. Kejar ini secepat-cepatnya,” katanya, dikutip dari ig stafkhususpresiden_komunikasi, Jumat (16/7/2021).

Kedua, mengenai oksigen, mantan gubernur Jakarta itu menyarankan agar pabrik-pabrik menambah kapasitasnya.

“Berkaitan oksigen, masih banyak pabrik yang bisa ditambah kapasitasnya. Gerakkan semuanya, industri-industri BUMN semuanya bisa membantu,” sambungnya.

Ketiga, ia menyoroti soal mobilitas manusia. Ia meminta untuk mengkaji kembali soal efektifitas penyekatan yang sudah dijalankan.

“Saya lihat malam juga masih cukup ramai. Artinya, penyekatan ini perlu kita evaluasi, apakah menurunkan kasus atau ada strategi lain,” tegasnya.

Keempat, soal penyekatan dan penanganan pembatasan operasional masyarakat. Ia menegaskan agar Kapolri dan pihak berwajib tidak bertindak keras dan kasar.

“Kepada Kapolri, Mendagri, dan pemerintah daerah agar jangan keras dan kasar, tapi tegas dan santun,” pintanya.

Kelima, bansos diharapkan agar tidak terlambat sampai kepada warga. Hal itu karena PPKM menyulitkan beberapa warga dalam mencari nafkah.

“PKH, BLT Desa, Bantuan Sosial Tunai jangan ada yang terlambat. Paling penting lagi bantuan beras, sembako. Minggu ini harus kelar, percepat, betul-betul dipercepat,” katanya.

Keenam, Jokowi berharap selalu menjaga komunikasi dengan publik. Hal ini agar menimbulkan optimisme dan ketenangan.

“Komunikasi publik itu yang menimbulkan optimisme dan ketenangan. Karena masyarakat khawatir Covid-19 yang naik terus, kematian tinggi, kemudian urusan makan, dan urusan perut. Jangan sampai kita tidak sensitif terhadap hal-hal seperti ini,” ungkapnya.

Ketujuh, dalam menjalani suasana Idul Adha, komunikasi yang baik sangat dibutuhkan. Sebab, diharapkan hal tersebut bisa menghasilkan ritual ibadah yang khidmat namun tetap menjaga protokol kesehatan.

“Berkaitan dengan Idul Adha, saya minta dikomunikasikan dengan baik. Sehingga perayaan Idul Adha betul-betul bisa khidmat tetapi semuanya bisa menjaga protokol kesehatan,” katanya.

Kedelapan, orang nomor satu di Indonesia itu ingin memikirkan secara mendalam soal rencana perpanjangan PPKM Darurat.

“PPKM Darurat ini akan diperpanjang tidak? Kalau iya, sampai kapan? Harus diputuskan dengan pemikiran jernih, jangan sampai keliru,” tandasnya.

______

(Al-Afgani Hidayat, Lc., S.H)

Sumber Berita: ig stafkhususpresiden_komunikasi
Sumber Foto: ig stafkhususpresiden_komunikasi











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *