NASIONAL
SUARA MERDEKA
December 3, 2021

Presiden RI Joko Widodo Resmikan Perpanjang PPKM Darurat

______

_______________

TANGERANG, NSM – Akhirnya Pemerintahan mengeluarkan statement mengenai perpanjangan masa PPKM Darurat hingga tanggal 25 Juli dengan sebuah catatan. Keputusan ini disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo melalui akun Youtube Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, hari Selasa malam (20/07/2021).

“Jika tren penurunan terus terjadi, pemerintah akan membuka pembatasan secara bertahap mulai tanggal 26 Juli 2021” ujar Presiden Joko Widodo. Dilansir dari Media tribunnews.com.

Beliau mengatakan bahwa pembatasan ini nantinya akan secara terbatas, dimulai dari pasar tradisional yang diizinkan buka hingga pukul 20.00 dengan kapasitas hanya 50 persen saja. Lalu nanti untuk warung makan, PKL, yang berada di ruang terbuka diizinkan hanya buka hingga pukul 21.00.

“Maksimum waktu makan untuk tiap pengunjung 30 menit” ungkap Joko Widodo.

Pada hari Senin (19/07) kemarin, Presiden RI Joko Widodo menggelar rapat dengan kepala daerah se Indonesia secara virtual. Membahas beberapa hal terkait dengan PPKM Darurat.

Dalam rapat tersebut juga Presiden RI Joko Widodo membahas meminta kepada Kepala Daerah fokus tangani Covid-19 dan perekonomian di masing-masing daerah. Mengakui adanya aspirasi pelonggaran PPKM Darurat dan singgung kemungkinan RS kolaps. Mengingatkan perihal Protokol Kesehatan dan vaksinasi. Penyiapan tempa isolasi di Desa/Kelurahan. Pemda diminta untuk siapkan RS cadangan. Percepatan bansos.

Sebelumnya pemerintahan mengeluarkan kebijakan mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari tanggal 3 Juli hingga tanggal 20 Juli 2021. Akan tetapi ternyata diperpanjang hingga tanggl 25 Juli 2021 nanti. Dan selama pembatasan atau PPKM Darurat ini angka penambahan kasus Covid-19 sangat melonjak dan sudah diatas 50 ribu kasus positif.

Banyak sekali yang mempertanyakan perihal keefektifan mengenai penanganan Covid-19 ini. Hingga Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman yang tidak setuju jika yang menilai PPKM Darurat ini gagal dan hanya saja belum efektif.

“Kalau dikatakan PPKM ini gagal, saya tidak setuju karena ini belum efektif. Ada angka reproduksi yang relative stabil” ujar Dicky.

“Stabilnya angka reproduksi ini menunjukkan adanya efektivitas dari PPKM Darurat” kata Dicky yang dikutip dari tayangan Kompas TV Sapa Indonesia Pagi, hari Senin (19/07/2021).

Dicky mengatakan menekan lajunya penambahan kasus memang perlu dilakukan dengan berbasis sains. Yakni lebih menerapkan tiga T (Tes, Tracing, dan Treatment) dan Protokol Kesehatan 5M.

“Dua minggu ini tingkatkan 3T, sehingga ktia putuskan dilonggarkan (PPKM Darurat), 3T terus ditingkatkan” ujarnya.

“Ini harus dijadikan strategi utama. Ini berhasil di beberapa negara lainnya. Termasuk di Sidney” lanjutnya.

“Enggak perlu di lockdown lagi. Tapi sekali lagi kuncinya ada di 3T ini” tutupnya.

_________

Sumber Berita : tribunnews.com
Sumber Foto : Kompas TV
Sumber Teks / Penulis : Desi Oktavionika S.I.Kom

Desi Oktavionika S.I.Kom – NSM











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *