NASIONAL
SUARA MERDEKA
September 18, 2021

Komisi III : Bantuan Rp 2 T, Kapolri Memaafkan Anak Akidi Tio ? Tak Perlu Dibesarkan

___

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta agar Kapolri Memaafkan Perilaku Anaknya Akidi Tio , Sedangkan Pengacara Hercules Anggap Masalah ini terseret Pasal 378 KUHPidana Rangkaian Kebohongan

_____

JAKARTA, – Seperti Dilansir di Kompas TV, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Saroni mengatakan Terkait dugaan berita hoaks bahwa anak Akidi Tio akan mencairkan Tanggal 2 Agustus 2021 Baylet Giro, ternyata Biylet Giro dalam Keadaan Kosong, hal itu tak perlu ditindak lanjut ke arah pidana atau meja hijau . Sebab, dirinya meyakini bila Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan memaafkan yang bersangkutan. 

“Saya rasa tidak perlu (dilanjutkan ke pengadilan). (Anak) Akidi Tio sampaikan saja apa adanya dan terkendala apa saja, Kapolri pasti akan berikan pintu maaf,” kata dia. 

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Saroni menanggapi ihwal dugaan berita bohong yang diucapkan oleh anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti terkait akan menyerahkan bantuan Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. 

Politikus Partai Nasdem itu menilai Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Kapolda Sumatera Selatan Inpektur Jenderal Eko Indra Heri tak bisa disalahkan ketika mereka percaya akan rencana pemberian sumbangan dari keluarga Akidi Tio. 

“Kapolda dan gubernur karena kenal keluarga tersebut jadinya percaya saja, tidak disalahkan juga, tapi terlalu cepat Kapolda dan gubernur Sumatera Selatan declare hal tersebut tidak melalui cek dan ricek terlebih dahulu,” kata Sahroni kepada Kompas TV, Senin (2/8/2021). 

Ia menyatakan, anak dari Akidi Tio pun tak salah, karena dia telah memiliki niat baik untuk membantu masyarakat di daerahnya yang tengah mengalami kesulitan akibat terdampak Covid-19. 

Menurut dia, peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak yang akan menerima bantuan dari manapun agar melakukan pengecekan terlebih dahulu, sebelum merilisnya ke publik.

“Saya rasa (anak) Akidi Tio juga enggak salah dan punya niat yang baik untuk membantu. Nasi sudah jadi bubur, mau diapakan? Ini menjadi ilmu buat para pihak agar tidak langsung declare bantuan-bantuan yang akan diberikan,” ujarnya. 

Sebelumnya, Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio yang menyerahkan bantuan Rp2 triliun secara simbolik untuk penanganan Covid-19 di Sumsel, dijemput oleh Direktur Intelijen Keamanan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Kombes Ratno Kuncoro.

Heriyanti digelandang ke Markas Polda Sumatera Selatan pada Senin (2/8/2019).

Tiba sekitar pukul 12.59 WIB, Heriyanti langsung digiring ke ruang Direktur Direktorat Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan dengan pengawalan ketat sejumlah petugas.

Menggunakan batik biru dan celana panjang hitam, Heriyanti berusaha menghindari awak media. Ia terus bergegas sambil menutupi wajahnya menggunakan tangan. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Heriyanti.

Beda Pendapat Darah Keluarga Polisi Agus Floureze

Kalau menurut Gus Agus Floureze PENGACARA Hercules ini, dia melihat kasus ini pada Rana Meresahkan Masyarakat yang mengakibatkan Institusi Polda Sumsel dan Gubernur Dipermainkan oleh anak Almarhum Akidi Tio.

” Tapi ada Kontes Berbeda Sini, Ternyata Almarhum Akidi Tio memiliki dana besar di Negara Singapura yang cukup banyak, hingga hari ini tidak bisa dicairkan, ” Tegas Ketua GRIB JAYA Sulteng Go ini.

Pengacara ini mengatakan Pula, bisa jadi Keluarga Almarhum Akidi Tio meminta bantuan ke Polri agar dana di Singapura di cairkan dengan Bantuan Polri.

” Bisa jadi begitu, tapi anaknya Akidi Tio tidak jujur kepada Kapolda Sumsel, saya rasa begitu,” tegas Pemilik Media NSM ini.

Diapunlagi mencari Pasal mana di KUHPidana, ketika Seseorang mau memberikan bantuan hibah berupa uang, ternyata uang itu tidak ada.

” Sepertinya bisa dikenakan pasal 378 KUHPidana yang ancaman hukumannya 5 tahun,” tegas Ketum LBH Phasivic Jakarta Pusat

Sumber Kompas TV | Nasional Suara Merdeka











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *