NASIONAL
SUARA MERDEKA
September 18, 2021

Soal Bantuan Hibah Rp. 2 T, Agus : Bisa Jadi Bukan Hariyati Saja, Kabidhumas Bisa Jadi Tersangka Menyebar Berita Bohong

_____

Inilah Penjelasan Pengacara Gus Agus Floureze secara mendetail, mengapa Mabes Polri Turun Tangan, Mengapa juga Bidhumas menyebarkan berita bohong, dan Perlu ditelusuri jumlah saldonya

_______

JAKARTA NSM- Belakangan Nama Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, dibawah bawah dalam Permasalahan Bantuan Hibah Rp. 2 T yang tidak cair cair, yang mengakibatkan Orang Nomor Satu di Polda Sumatera Selatan ini diperiksa Mabes Polri.

Bahkan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan Bahwa Mabes Polri akan menurunkan tim Itwasum dan Propam Mabes Polri untuk melakukan pemeriksaan internal terhadap Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri.

Ada Apa ini ? Berikut tanggapan Ketua Umum LBH Phasivic Jakarta Pusat Gus Agus Floureze :

Menurut Ketua Umum LBH Phasivic Gus Agus Floureze yang Juga Tergabung Sebagai Pengacara Hercules mengatakan, bahwa dari awal Bantuan Hibah Rp. 2.000 Miliyar atau Rp. 2 Triliun dari Keluarga Akidi Tio sudah bermasalah, sehingga disarankan agar Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, mengembalikan Baylet Giro (BG) tersebut.

Apalagi Terinformasi Saldonya belum Cukup, Menurut Agus bisa jadi muncul lagi tanggapan miring , bahwa pihak Polda Suda Menerima sebagian dana tersebut dengan dibuat Cek BG yang baru sesuai nominal dalam saldo.

” Makanya saya bilang, Cek BG dikembalikan, dan Keluarga Akidi Tio yang menyerahkan Dana Hibah Tersebut di Proses Hukum, ” tegas Pemilik Media NSM ini.

Aguspun mengatakan bahwa Kasus ini tergolong rada rada Aneh dan bingnung, sehingga dirinya membuat Legal Opinion dimulai dari Cek BG tersebut, Pasalnya Bantuan yang diberikan kepada Polda Sumsel Tergolong PHP alias Hoax.

” Cek BG tersebut ditandatangani tangal 2 Agustus 2021 Pencairan uang Rp 2 Triliun, ternyata setelah dilakukan pengecekan saldonya tidak mencukupi Rp. 2 Triliun, artinya disini ada Saldonya, berapa sih saldonya? Ini jadi tanda tanya, ” Tegas Agus yang pernah Peraih Penghargaan Karya Tulis Ilmiah ini.

Diapun mengatakan dengan Niat Baik Keluarga Akidi Tio bisa juga menerbitkan Cek BG yang baru dengan nilai Nominal sesuai saldo sekarang.

” Apakah itu dilakukan Itupun kita tidak tau?” Tegas Anak Desa Tompe Sulteng ini.

Sehingga dia menganalisa, bahwa Cek BG tersebut tidak Kosong melainkan tidak cukup saldo.

” Artinya disini hanya terjadi Pembohongan Publik Nilai Rp. 2 Triluan Ternyata tidak mencukupi saldo tersebut,” Ujar Agus.

Atas dasar itu, Polri melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Termasuk, motif keluarga Alm Akidi Tio yang menjanjikan dana hibah Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.

“Dengan adanya saldo tak mencukupi tentunya penyidik melakukan penyelidikan terhadap peristiwa ini dan kemudian nanti penyidik akan mencari apakah motifnya dan apakah maksudnya kepada yang terkait untuk menyumbang penanganan Covid di Sumsel,” ujarnya.

Sejauh ini, Pihak Kepolisian telah memeriksa 5 orang sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Agus Menguraikan kasus ini bermula saat Polda Sumsel mendapat bantuan dana penanggulangan Covid-19 sebesar Rp 2 Triliun pada Senin (26/7/2021) lalu.

Bantuan ini diberikan oleh keluarga almarhum Akidi Tio, pengusaha asal Langsa Kabupaten Aceh Timur melalui dokter keluarga mereka di Palembang, Prof dr Hardi Darmawan.

Penyerahan dana bantuan turut disaksikan Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji.

Namun tidak lama berselang, uang hibah yang akan diberikan oleh Akidi Tio diduga bohong. Pada Senin (2/8/2021) kemarin, Dirintel Polda Sumsel Kombes Ratno Kuncoro menyebutkan Heriyanti, anak Akidi Tio telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Namun belakangan, pernyataan Dirintel Polda Sumsel Kombes Ratno Kuncoro dibantah oleh koleganya sendiri Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi.

Dia membantah bahwa Heriyanti ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan sumbangan Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel.

Ternyata Heriyanti juga tidak dilakukan penangkapan. Dia hanya diundang oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan untuk dimintai keterangan terkait bantuan tersebut.

Sampai sampai Kabid Humas mengatakan Tidak ada prank, karena Heriyanti hanya status di undang ke Polda bukan di Tangkap.

Pernyataan ini jauh berbeda dengan yang disampaikan Dir Intelkam Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Ratno Kuncoro saat bertemu Gubernur Sumsel Herman Deru pukul 14.20 WIB di kantor Gubernur Sumsel.

Ratno saat itu menyebut Heriyanti telah menjadi tersangka dan dikenakan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana terkait penyebaran berita bohong.

Terkait perbedaan pernyataan, Supriadi menegaskan bahwa penetapan status tersangka merupakan kewenangan Ditkrimum Polda Sumsel.

Dan belakangan masih dinyatakan sebagai Saksi, sehingga Agus menganalisa ada apa nih? Dikubu Polda Sumsel terjadi Perbedaan Pendapat Satu Mengatakan di Undang dan yang satu mengatakan Tersangka?

Inipun yang membuat Mabel Polri akan memeriksa Kapolda Sumsel dalam status dimintai Klarifikasi.

Aguspun menilai tidak hanya putri Alm Akidi Tio, Heriyanti yang bisa ditetapkan tersangka dalam kasus hibah Rp2 triliun yang diduga tidak ada, akan tetapi turut membantu Mempublikasikan diantaranya Bidhumas Polda Sumsel harus dilakukan Pemeriksaan.

” Karena dasar rilisnya mereka, membuat masyarakat resah dan dibohongi, akibatnya Institusi Kepolisian menjadi malu,” tegas Wartawan Senior ini.

Menurutnya, penetapan tersangka bisa dijerat kepada pihak yang membantu seolah dana hibah Rp2 triliun tersebut asli dan tidak bohong.

Lebih lanjut, Agus Mengatakan para tersangka nantinya bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Bisa dituntut dengan UU ITE dengan pasal 27 ayat 3 UU ITE tentang penyebaran informasi berita bohong,” tukasnya.











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *