NASIONAL
SUARA MERDEKA
September 18, 2021

AJI Memberikan Penghargaan Kepada Aktivis Kemanusiaan dan 57 Pegawai KPK Tidak Lolos

_____

Ini bagian dari Perhatian AJI, memberikan Penghargaan Para Aktivis Aktivis Kemanusiaan, Yang benar benar memperjuangkan hak asasi manusia dan mengingat Para Tokoh Pers dibunuh dikarenakan Pemberitaan

_____

JakartaNSM, Kepedulian Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Terhadap Para Aktivis dan 52 Pegawai KPK Yang Tidak Lolos Tes Wawasan Kembangsaan, mendapatkan Penghargaan

untuk tiga kategori .

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka HUT ke-27 AJI, pada hari

Sabtu (7/8) malam.

Ketiga Penghargaan AJI tersebut terdiri dari SK Trimurti Award, Udin Award, dan Tasrif Award.

Penghargaan dari AJI yang dimaksudkan untuk mengenang legenda jurnalis dan aktivis perempuan SK Trimurti diberikan kepada Wakil Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Era Purnama Sari.

Dewan Juri terdiri dari Ketua Majelis Etik Nasional AJI Indonesia Abdul Manan, Pendiri LBH Bali Women Crisis Centre Ni Nengah Budawati, dan Direktur LBH Apik Jakarta Siti Mazuma.

Dalam perrtimbangannya, dewan juri menilai Era Purnama Sari memiliki rekam jejak panjang dalam advokasi isu hak asasi manusia (HAM) bahkan di tengah kanker payudara yang dideritanya.

“Era Purnama Sari layak menerima penghargaan ini karena konsistensi, kegigihan dan keberaniannya dalam memperjuangkan hak asasi manusia. Tekanan dan intimidasi juga tak menyurutkannya, yang ia tunjukkan misalnya saat membela petani Jambi yang dikriminaliasi pada 2019 lalu,” kata Dewan Yuri dalam rilisnya.

Sementara itu, perjuangan gigih di bidang jurnalistik juga ditunjukkan Jurnalis Tempo di Surabaya Nurhadi yang terpilih sebagai pemenang Udin Award 2021. Sebuah penghargaan mengenang jurnalis harian Bernas Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) yang meninggal setelah dianiaya pada 16 Agustus 1996 di Yogyakarta, kasusnya tidak tuntas diusut. Pembunuh Udin masih berkeliaran.

Dewan juri berpendapat Nurhadi telah mengalami kekerasan fisik secara langsung dan kekerasan berlanjut, karena aktivitas jurnalistiknya saat mendapat penugasan melakukan peliputan terkait kasus dugaan suap, yang melibatkan pejabat Ditjen Pajak Kemenkeu Angin Paryitno.

Dewan juri Udin Award terdiri dari Direktur Eksekutif Aliansi Demokrasi untuk Papua (AIDP) Latifah Anum Siregar, Direktur LBH Pers Ade Wahyudin, dan editor Jubi Aryo Wisanggeni.

Penghargaan ketiga Tasrif Award 2021 diberikan kepada LaporCovid-19 dan 57 Pegawai KPK yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) kemudian melakukan perlawaan atas pelemahan KPK.

Dewan Juri menilai dua peristiwa politik yang menjadi landasan kuat dewan juri selama setahun ini, pertama adalah peristiwa kebebasan bersuara untuk kasus korupsi, dan yang kedua yaitu kasus pandemi dimana suara warga yang minim didengar oleh pengambil kebijakan.

“Dua kelompok dalam masing-masing peristiwa ini kemudian tidak tinggal diam, memilih untuk berjuang di tengah keterbatasan dan memberikan contoh keberanian serta membuka mata, bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi atas dasar hak asasi manusia adalah sesuatu yang harus diperjuangkan,” kata Dewan Juri dalam keterangannya.

LaporCovid-19 dan 57 Pegawai KPK dinilai dalam perjuangannya juga telah menginsipirasi dan merangsang publik untuk memperjuangkan kemerdekaan dalam menyampaikan pendapat dan memberikan kritik pada komunikasi yang dirasakan penting dalam situasi ini, sebagaimana semangat yang diberikan oleh Suardi Tasrif.

Dewan juri dalam penilaian penerimavTasrif Award 2021 meliputi Direktur LBH Pers Makassar Fajriani Langgeng, Nurina Savitri dari Amnesty International Indonesia, dan Pemimpin Redaksi Konde.co Luviana.

Sumber Berita Publicanews- Editing : Nasional Suara Merdeka











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *