NASIONAL
SUARA MERDEKA
September 18, 2021

PA GMNI : Keberhasilan Gubernur PB Dibidang Infrastrukur 4 tahun Ini Cuman Tong Kosong

____

Diduga dana tambahan infrastruktur Otsus ( DTI) hanya bertumpuk di daerah tertentu sedangkan wilayah kab/kota yang lain tidak mendapat pembagian yang merata, ini yang bahaya

____

SORONG, Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( PA GMNI) Kota Sorong Yosep Titirlolobi dalam rilisnya kepada media ini mengatakan bahwa keberhasilan Gubenur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan di dalam pembangunan di Bidang Otsus khusunya keberpihakan kepada Orang asli Papua diwilayah adat Doberai dan Bomberai
dibidang Kesehatan, Pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan Infrastruktur, cuman Tong Kosong.

Menurut Yosep, untuk diketahui ada Dana Tambahan Infrastruktur ( DTI ) adalah Otsus, itu adalah amanat pasal 34 ayat 3 Huruf c angka 3 undang-undang nomor 21 tahun 2001 tentang Otsus bagi Provinsi Papua yang mengatakan
Dana tambahan dalam rangka pelaksanaan Otonomi Khusus yang besarnya ditetapkan antara Pemerintah dengan DPR berdasarkan usulan Provinsi pada setiap tahun anggaran, yang terutama ditujukan untuk pembiayaan pembangunan
infrastruktur di wilayah Papua Barat.

Mengigat dana tambahan Infrastruktur otsus dari tahun 2017-2021 kurang lebih mencapai 4 triliun Lebih, dana yang begitu besar dan harus di sampaikan kepada Publik dan Masyarakat Asli Papua di wilayah adat Doberai dan Bomberai tentang terobosan pembanguan infrastruktur di masa kepemimpinan DOAMU yang sudah masuk Tahun Ke-4 tetapi belum dilihat dampaknya terhadap masyarakat.

“kami menduga dana tambahan infrastruktur Otsus ( DTI) hanya bertumpuk di daerah tertentu sedangkan wilayah kab/kota yang lain tidak mendapat pembagian yang merata, ini yang bahaya,’.

Perlu diketahui bahwa Dana tambahan infrastruktrur Otsus di peruntukan untuk membangun Jalan, Jembatan, Pelabuhan, dan Bandar udara perintis, dan tentunya sasarannya adalah bagaimana membantu masyarakat di pedalaman untuk membuka isolasi yang selama ini menjadi kendala.

Untuk Itu pembantu Gubernur Papua Barat dalam hal ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kepala Dinas Perhubungan diminta untuk memberikan data yang riil dan konkrit atas keberhasilan infrastruktur dimasa kepemimpinan Dominggus-Lakatoni, khususnya yang bersumber dari dana tambahan Infrastruktur Otsus agar rakyat tahu bdan tidak tertipu.

Kami mendapat laporan bahwa dana Tambahan Infrastruk Otsus 90 persen tertumpuk di Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Papua Barat, mengingat Bina Marga setiap tahun dan Dinas PUPR Provinsi Papua Barat mengelola anggaran lebih dari Satu Triliun, dana sebesar itu kami menduga ada pesan sponsor untuk kepentingan tertentu dan pemaketan paket pekerjaan yang fantastis besar nilainya, untuk kepentingan kerabat dan koleganya, kepala dinas PUPR dan Kepala dinas perhubungan diminta secara terbuka menyampaikan kepada publik apalagi dana tersebut adalah Dana Otsus Tambahan Infra struktur, ini yang bahaya.

Mengingat Masyarakat Papua Barat yang ada di wilayah pedalaman sedang memantikan sentuhan infrastruktur tetapi belum merasakan sampai saat ini.

Misalnya masyarakat Moskona Utara kabupaten Teluk Bintuni menantikan Infrastruktrur Jalan tembus maybrat, masyarakat Imekko Kabupaten Sorong Selatan menantikan Infrastruktur jalan yang tembus antara distrik kais pantai dan Inawatan agar masyarakat tidak tertinggal dalam hal pembangunan.

Begitu juga masyarakat Fak-fak, Kaimana, Tambrauw, Raja Ampat, dan Kabupaten sorong., manokwari, Mansel, dan Pegaf seharusnya mereka bisa di menikmati dana Infrasstruktur Otsus yang begitu besar untuk bisa membuka isolasi daerah.

Menurut Yosep, Kami akan menyurati Bappenas, menteri keuangan , DPR-RI Komisi V agar mengefaluasi pemberian dan tambahan otsus Infrastruktur Otsus di Papua Barat, serta meminta pihak-pihak terkait mengawal penggunaannya sehingga ada pemeretaan dan manfaatnya dirasakan masyarakat asli Papua, tegas Yosep.

Arifin











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *