NASIONAL
SUARA MERDEKA
September 18, 2021

Novia : Masyarakat Adat Jangan Hanya Dijadikan Simbol Acara

_____

Masyarakat Adat Tetap Tangguh ditengah krisis!

______

JAKARTA NSM- Hal ini disampaikan Novia Adventy Juran, Founder Forum Pemuda Kalteng, Senin (9/8) disaat saat kesibukannya.

Menurutnya Salah satu yang menjadi akar masalah Masyarakat Adat di Indonesia adalah adanya politik hukum dimana Undang-Undang Dasar mengakui masyarakat adat, tetapi tafsir dari hukum tersebut dilakukan secara teknokratis dan politis.

Itulah sebabnya banyak sekali undang-undang di bawah UUD membuat tafsiran yang berbeda-beda tentang masyarakat adat. Dalam hal pembuktian masyarakat adat diberikan beban yang sangat berat dikarenakan kewenangan untuk mengakui itu diluar otoritas masyarakat adat itu sendiri.

Lanjutnya Fakta kontekstual Masyarakat Adat hari ini mengalami museumnisasi, keberadaan mereka hanya diperhatikan hanya saat-saat tertentu semisal menyambut tamu, acara-acara tertentu yang sifatnya seremonial belaka.

Tambahnya Kompleksitas masyakarat dihadapkan pada tiga tantangan yakni, transformasi dari dalam masyarakat adat, penyesuaian kelola masyarakat adat yang terpengaruhi situasi dan kondisi eksternal, dan mengelola interaksi antara masyarakat adat dengan negara.

“Sering sekali pelemahan terhadap masyarakat adat itu dilakukan dengan memecah belah sesama mereka dengan janji perusahan, lapangan kerja, dan lain sebagainya.” ujarnya.

Putri Kalteng ini mengatakan pula Secara konstitusional Negera berkewajiban untuk mengakui dan menghormati Masyarakat Adat.

“Masyarakat Adat itu masih hidup dan tidak bertentangan dengan NKRI, justru NKRI tanpa masyarakat adat bukanlah NKRI. Permasalahan masyarakat adat bukanlah permasalahan konstitusi melainkan permasalahan politik. Ada banyak regulasi yang dilahirkan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Persoalannya adalah perlu memastikan ada kekuatan dari masyarakat sipil, mahasiswa, dan dari masyarakat adat sendiri.” Tegasnya

“Pentingnya para pemangku jabatan untuk mendengarkan masyarakat adat agar dapat mengolah dan memberikan kepastian kepada masyarakat adat secara keseluruhan. Bukan hanya mendeklarasikan tidak adanya hutan adat namun, lebih daripada realitas eksistensi masyarakat adat dan hutan adat menjadi sebuah kajian dan perhatian bersama.”











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *