NASIONAL
SUARA MERDEKA
September 18, 2021

Marak Calo SIM di Satpas Cibinong Bogor, Oknum Wartawan Bekerjasama Dengan Petugas Satpas

___

_____

JAKARTA NSM – Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Berdasarkan Peraturan Kapolri No. 9 Tahun 2012 setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai kendaraan yang dikendarainya.

Dengan maraknya praktik pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Indonesia melalui calo sudah menjadi rahasia umum.

Kini biaya pembuatan SIM C nembak pada 2021 melonjak berkali-kali lipat dari tarif resminya. Padahal jika Anda membuat SIM C melalui jalur resmi akan menghemat pengeluaran jauh lebih banyak. 

Biasa dikenal masyarakat yaitu Nembak SIM merupakan istilah yang digunakan oleh sebagian orang di Indonesia untuk proses pembuatan SIM alias Surat Izin Mengemudi melalui oknum calo.

Dengan iming-iming memotong jalur proses sehingga lebih cepat, para calo itu menyediakan jasa pengurusan surat-surat. Mereka melakukan ini dengan mengklaim kenal ‘orang dalam’.

Berdasarkan informasi dihimpun awak media dilapangan, Sabtu (04/09) salah satu warga berinisial Y (35) berdomisili wilayah Ciracas, Jakarta Timur mengeluhkan setelah dirinya selesai mengurusi SIM di Polres Bogor dengan menunjukkan biaya pembuatan SIM C.

“Iya betul mas, mahal banget saya dimintai 450 ribu untuk pembuatan SIM C oleh seorang calo yang ngaku kenal dengan orang dalem”,Kata Yudianto, Sabtu (4/9/2021)

beberapa orang yang mengurus sim mengatakan bahwa calo tersebut adalah oknum wartawan yang bekerjasama dengan petugas di dalam satpas, informasi ini sesuai dengan hasil rekaman suara dari warga yang sedang membuat sim.

Dalam keterangan nya Yudianto melanjutkan bahwa prosesnya tidak mengikuti apa-apa, bahkan saya tidak mengisi formulir dan tidak membayar asuransi dan juga tidak mengikuti tes kesehatan. Dirinya hanya di minta foto KTP setelah itu langsung di suruh foto dan lima menit kemudian SIM C nya jadi.

Sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada, Proses pembuatan SIM harus mengikuti beberapa tahap, diantara nya :

  1. Isi formulir pendaftaran pembuatan SIM yang disertai dengan fotokopi KTP.
  2. Lakukan pengecekan Kesehatan di loket yang telah di sediakan oleh satpas tertentu.
  3. Lakukan pembayaran biaya pembuatan SIM C.
  4. Kumpulkan semua berkas yang dibutuhkan, masukkan ke dalam map agar berkas tetap rapi, kemudian serahkan kepada petugas.
  5. Ikuti seluruh rangkaian ujian yang menjadi persyaratan membuat SIM. Jika lulus ujian pembuatan SIM baik teori atau praktik, Anda akan diminta untuk mengikuti tahapan pengambilan foto, sidik jari, dan tanda tangan.
  6. Kemudian, tunggu SIM C anda di cetak anda ambil SIM tersebut pada loket penggambilan.

Menurut Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, tercatat biaya yang harus dikeluarkan untuk penerbitan dan perpanjangan SIM. 

Sedangkan pembuatan SIM C Rp 100.000 dan SIM A Rp 120.000. Kemudian ada tambahan biaya untuk tes kesehatan sebesar Rp 25.000 dan asuransi Rp 30.000. Maka total biaya resmi untuk penerbitan SIM C sebetulnya hanya Rp 155.000, dan untuk SIM A sebesar Rp 175.000.

Fatar Victor











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *