NASIONAL
SUARA MERDEKA
December 6, 2021

Kecanggihan Medsos Sekarang Dapat Mengawasi Oknum Kepolisian, Permohonan Maaf Tidak Menghilangkan Pidana

____

Permohonan Maaaf di depan korban dan orang tuanya, pun tidak menghilangkan Sanksi Kode Etik dan Pidana bagi Oknum tersebut

____

Jakarta- NSM, Zaman Sekarang tidak bisa dipungkiri kemajuan Teknologi Media, yang menjadi Pilar Sanksi Sosial kepada Para Oknum Aparat yang tidak lagi menjiwai Kadar Mengayomi Masyarakat.

Hal ini disampaikan Ketua Umun LBH Phasivic Jakarta Pusat Raden Muhammad Agus Rugiarto SH yang biasa disapa Agus Floureze usai Menjalankan Ibadah Sholat Jumat.

Kejadian yang terjadi Didepan Gedung Bupati Tanggerang oknum Polisi Melakukan Smeckdown kepada Mahasiswa sebuah Pelajaran Buat lembaga Kepolisian, agar lebih berhati hati untuk melakukan kekerasan kepada Masyarakat ataupun Mahasiswa.

Seperti Oknum Polisi berinisial NP dengan pangkat Brigadir yang melakukan aksi kekerasan dengan membanting seorang Mahasiswa Mengaku hanya refleks, jika menurut Pandangan Agus Floureze bisa dikenakan Pidana Murni, Pasal Penganiayaan yang ancaman hukuman 2-4 Tahun.

Permohonan Maaaf di depan korban dan orang tuanya, pun tidak menghilangkan Sanksi Kode Etik dan Pidana bagi Oknum tersebut.

Jika NP mengaku, tindakan yang dilakukannya tersebut hanya sebatas refleks saja saat mengamankan aksi demo mahasiswa yang sudah mulai terlihat ricuh, itu hal wajar, kalau Melakukan Smeckdown kepada Mahasiswa itu tidak wajar.

“untungnya tidak meninggal, kalau itu terjadi, Institusi Kepolisian Bertambah buruk dihadapan Masyarakat, ” kata Pengacara ini..

Diapun mengatakan dizaman sekarang ini, untuk mendapatkan keadilan , siapa yang menguasai Media,

” Saya Bekerja menyelesaikan masalah hanya dengan media, karena dengan Media bisa dibaca Presiden dan Kapolri,’ tegas Darah Pejuang ini.











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *