NASIONAL
SUARA MERDEKA
December 6, 2021

Kisah Mahapatih Gajah Mada Pendiri Bhayangkara Dipolitisir, Memutus Mata rantai Keturunannya

_____

_________

JAKARTA- NSM, Dalam Diskusi Forum Budaya Senin (2/11), Salah satu Narasumber Komut PT NSM R.mas MH Agus Rugiarto SH.MH biasa disapa Daeng Agus Floureze, mengatakan, bahwa Sejarah Mahapatih Gajah Mada Pendiri Pasukan Bhayangkara Banyak Di Politisir sejarahnya, disisi lain Panglima Majapahit tersebut kuat dengan Sumpah Palapanya.

Agus yang dikenal Indigo ini mengatakan bahwa Para Pelaku Politik memangkas Keturunannya baik dari Keluarga Mahapatih maupun Istri dan anak anaknya.

” Pakai Logika kita tidak mungkin Lahirnya Gajah Mada Tanpa Ibu dan Bapak, hanya bahasa Politik saja Titisan Dewa segala, padahal tujuannya untuk memangkas Keturunannya,” Tegas Raden Mas Agus ini

Sejarah Majapahit Gajah Mada, hanya dimanfaatkan sebagai lambang sejarah saja, tanpa melihat Jasanya untuk mempertahankan Kerajaan Majapahit tanpa menelusuri Keturunannya baik dari Orang tuanya hingga turunan anak anaknya .

Menurut Daeng Agus Floureze (DAF) Jika Mahapatih Gajah Mada dianggap Penghianat Kerajaan hal mustahil, karena sampai sekarang Patung patung Gajah Mada masih kokoh berdiri di Mabes Polri yang menandakan Menghargai Lambang Andika Bhayangkara.

” Kan aneh , kalau Penghianat Ngapain Lambang Lambang Simbol Mahapatih Gajah Mada dipakai, kan tidak logis,” Tegas DAF.

Dan sebenarnya menurut Agus , Tidak ada Permusuhan Antara Jawa dan Sunda, Hanya di Poktisir saja, padahal Konsep Mahapatih tersebut adalah Konsep Persatuan dan kesatuan untuk Kepentingan Nusantara.

” Nusantara, Ibu Pertiwi, Bhayangkara, Andika Kartika atau Kartika Kencana dan Bhineka, konsep konsep dari beliau, kok sekarang dipakai, kalau Mahapatih Penghianat ngapain Bhayangkara dipakai sampai sekarang, kan Aneh, dan Aneh aja,” tegas Ketum LBH Phasivic.

Ditambahkan Agus , bahwa para sastrawan Rajin rajin membuat buka Penghianatan Majapahit Gajah Mada, jangan sampai penulis buku tersebut bisa kena Kualat, karena Allah SWT itu tidak buta.

” Seharusnya Pemerintah Harus Klarifikasi ini, jangaan lah Majapahit dibilang Penjajah atau Penghianat, karena simbol simbolnya masih dipakai di Pemerintah dan Negara,” tegas Pengacara Muda ini .











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *