September 24, 2022

FRN Sulteng Diminta Bantu Polisi Pasangkayu-Donggala-Parimo, Ungkap Pelaku “Tipu” Petani Sawit Hingga Milyaran Rupiah


Jakarta, Selasa Malam (24/5) Ketua Umum Fast Respon (FRN) Agus Flores Mengatakan Kepada Media agar FRN Sulteng Membantu Polisi Pasangkayu- Donggala dan Parigi Mautong Untuk mengungkapkan Penipuan dilakukan Oknum LSM Hingga Masyarakat Petani Sawit di Daerah Lalundu Donggala, Kabuyu Martasari , Tolai dan Ongka Parimo dirugikan Miliyaran Rupiah .

Berbagai cara Modus dilakukan Oknum LSM tersebut baik dari cara dapat mengurus tanah Masyarakat Petani Sawit akan dapat kembali kepada Petani, hingga Masyarakat menguncurkan uang Ratusan juta, sampai modus mengurus Rekening Masyarakat yang dijanjikan dapat Ganti Untung dari Perusahaan, hingga membuat Surat Sporadik Palsu untuk dijual kepada Petani Ongka dan Tolai Parimo.

” Penjualan Sporadik Palsu tanah Sawit i Martasari Pasangkayu dengan cara Menjual Sporadik Palsu dengan harga bervariasi, hingga ada Petani Tolai mengeluarkannya uang sampai Rp. 700 Juta dan Jual Mobil,” tegas Agus .

Aguspun mengatakan mengapa harus melibatkan 3 Polres, karena Locus Delicty Kejadiannya terjadi Penipuan di 3 Wilayah yang berbatasan 2 Provinsi yakni Sulteng dan Sulbar .

” Ini modus operandi menipu Masyarakat Petani, dan harus dipangkas, kalau tidak masyarakat Petani akan mudah terprovokasi, dan semakin banyak masyarakat Petani dirugikan, ” ujar Agus didepan Pengurus dan Kabid Hukum FRN Sulteng .

Darah Turunan Polisi ini mengungkapkan Dipresentasikan Sementara Petani Sawit dirugikan antara Rp. 2-4 Miliyar.

” Ini akan berkembang Kerugian Masyarakat kalau tidak segera diselesaikan dan Rata rata sasaran mereka Petani Berasal dari Bali,” ujarnya.

****











Leave a Reply

Your email address will not be published.